Saturday, January 22, 2011
BKP Provinsi SULUT Wajibkan Pegawai Tidak Makan Nasi Setiap Jumat
Badan Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Utara mewajibkan pegawainya sehari tidak makan beras dalam upaya memotivasi masyarakat mengurangi konsumsi beras.
"Tahap pertama ini baru sebatas seluruh pegawai di jajaran BKP yang diwajibkan setiap hari Jumat tidak makan beras," kata Kepala BKP Sulut F Kaunang di Manado, Sabtu (22/1/2011).
Ia mengatakan, setiap Jumat para pegawai tersebut diminta mengonsumsi bahan pangan alternatif beras, terutama ubi dan jagung serta sayuran. Dengan belajar tidak makan beras, kata Kaunang, hal itu diharapkan diikuti masyarakat umum untuk mulai mengurangi konsumsi beras yang tercatat tertinggi di dunia.
"Konsumsi beras masyarakat Sulut saat ini mencapai 139,15 kilogram per kapita per tahun. Angka tersebut jauh melampaui konsumsi beras masyarakat dunia yang hanya berkisar 56,9 persen," kata Kaunang.
Pemakaian beras terlalu tinggi, kata Kaunang, menjadi salah satu ancaman di tengah kekhawatiran krisis pangan merambah hingga ke Sulut. Ia mengatakan, masyarakat Sulut menghadapi ancaman besar bila produksi beras berkurang. Karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat daerah ini mulai berani mengubah pola makan.
"Mengubah pola makan dimulai dari jajaran BKP. Diharapkan nantinya masyarakat melihatnya secara positif," kata Kaunang.
Mengonsumsi jenis pangan alternatif beras, seperti ubi dan jagung, dari sisi biaya lebih menguntungkan sebab harganya jauh lebih murah ketimbang beras. Mengubah pola makan, lanjut dia, harus dibiasakan dari sekarang. Bila sebelumnya makan nasi dua hingga tiga kali sehari, hal itu dikurangi menjadi hanya satu kali. Bila kebiasaan ini terus dilakukan, secara perlahan akan terbiasa.
Kaunang mengatakan, sampai Januari 2011 ini, ketersediaan beras masyarakat Sulut memang masih cukup tersedia, tetapi ke depan harus diantisipasi dengan kesiapan masyarakat mengubah pola makan.
sumber: www.kompas.com
Labels:
Sulawesi Utara
Pengacara Gayus, Tak Percaya Lagi kepada Aparat
Adnan Buyung Nasution, pengacara Gayus Halomoan Tambunan, mengaku sudah tak percaya kepada aparat penegak hukum, entah itu Kepolisian, Kejaksaan, atau Satuan Tugas Pemberantasan Mafia Hukum. "Satgas, Kepolisian, Kejaksaan, semuanya kotor. Semuanya rekayasa. Nggak ada kebenaran sejati. Kita masyarakat dibohongin semuanya. Kita ditipu. Baik penyidik, penuntut, Satgas, juga ikut terlibat," kata Buyung di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (19/1).
Rekayasa itu, kata Buyung, juga terlihat pada kasus paspor palsu Gayus, yang disutradarai agen rahasia Amerika Serikat, CIA. Buyung menganggap kasus paspor sengaja digulirkan agar Gayus tampak sebagai penjahat besar. "Itu permainan intelijen yang kotor," tudingnya. Mengenai paspor Guyana yang diduga akan digunakan Gayus dan istrinya untuk menghilangkan identitas, Buyung mengatakan Gayus sudah membantahnya. Menurutnya, itu bisa saja rekayasa untuk menambah berat vonis Gayus. Kan sebenarnya kalau Gayus mau lari, dia bisa saja lari. Tapi kan dia balik lagi, balik lagi. Kenapa Denny (Indrayana) baru sekarang bilang kalau Gayus mau melarikan diri? Ini Cuma rekayasa yang menipu masyarakat semua," kata dia.
sumber: www.mdopost.com
Rekayasa itu, kata Buyung, juga terlihat pada kasus paspor palsu Gayus, yang disutradarai agen rahasia Amerika Serikat, CIA. Buyung menganggap kasus paspor sengaja digulirkan agar Gayus tampak sebagai penjahat besar. "Itu permainan intelijen yang kotor," tudingnya. Mengenai paspor Guyana yang diduga akan digunakan Gayus dan istrinya untuk menghilangkan identitas, Buyung mengatakan Gayus sudah membantahnya. Menurutnya, itu bisa saja rekayasa untuk menambah berat vonis Gayus. Kan sebenarnya kalau Gayus mau lari, dia bisa saja lari. Tapi kan dia balik lagi, balik lagi. Kenapa Denny (Indrayana) baru sekarang bilang kalau Gayus mau melarikan diri? Ini Cuma rekayasa yang menipu masyarakat semua," kata dia.
sumber: www.mdopost.com
Labels:
Hukum
Gayus Jadi Teman Epe Main Pingpong
Terdakwa mafia pajak yang bikin heboh tanah air, Gayus Tambunan, ternyata ditempatkan di sel rumah tahanan (rutan) Cipinang yang bersebelah dengan ‘kamar’ Walikota Tomohon nonaktif, Jefferson ‘Epe’ Rumajar SE. Tak heran keduanya jadi akrab dan sering ngobrol satu sama lainnya jika ada kesempatan seperti dilansir Harian Komentar baru-baru ini.
“Kami bahkan tiap paginya sering olahraga bersama bermain pingpong (tennis meja, red),’’ aku Epe yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor terkait dugaan kasus korupsi APBD Tomohon. Epe yang sempat menjadi sensasi di tingkat nasional seiring pelantikannya di Kantor Kemendagri sebagai walikota dan kemudian melakukan pelantikan pejabat Kota Tomohon di rutan Cipinang mengatakan, dirinya dengan Gayus cepat akrab karena sama-sama memiliki kesamaan, yakni belum pernah dihukum sebelumnya.
Meski sering ngobrol bersama, namun keduanya menghindari untuk saling menyentil soal kasus yang sedang dihadapi masing-masing. Menurut Epe, umumnya pembicaraan antara dirinya dengan Gayus, terkait hobi, asal dan soal selera makanan. Seperti diketahui, Gayus yang berdarah Batak juga memiliki selera makanan yang tidak berbeda jauh dengan warga Sulut, aku Epe.
Gayus yang baru saja divonis tujuh tahun penjara oleh hakim terkait kasus mafia pajaknya, mengaku kepada Epe, bahwa dirinya belum pernah menginjakkan kaki di Sulut, khususnya Kota Tomohon. Oleh sebab itu, dia ingin mengunjungi Tomohon suatu waktu jika memungkinkan. Sedangkan ketika ditanyai apakah Gayus sempat memberikannya kado saat merayakan ulang tahun tanggal 20 Januari lalu, Epe mengaku tidak.
Gayus bersama Anggodo Widjoyo serta Jimmy Rimba Rogi, sebagai sesama penghuni Rutan Cipinang, hanya menyalami dan menyatakan selamat umur panjang waktu itu. Sedangkan soal kasusnya, Epe sendiri tetap yakin bahwa ada rekayasa dan itu akan terungkap lewat fakta-fakta persidangan. “Saya yakin dalam persidangan nanti, akan terungkap siapa aktor yang sesungguhnya,’’ aku walikota pilihan rakyat Tomohon dua periode ini.
sumber: www.hariankomentar.com
“Kami bahkan tiap paginya sering olahraga bersama bermain pingpong (tennis meja, red),’’ aku Epe yang sedang menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor terkait dugaan kasus korupsi APBD Tomohon. Epe yang sempat menjadi sensasi di tingkat nasional seiring pelantikannya di Kantor Kemendagri sebagai walikota dan kemudian melakukan pelantikan pejabat Kota Tomohon di rutan Cipinang mengatakan, dirinya dengan Gayus cepat akrab karena sama-sama memiliki kesamaan, yakni belum pernah dihukum sebelumnya.
Meski sering ngobrol bersama, namun keduanya menghindari untuk saling menyentil soal kasus yang sedang dihadapi masing-masing. Menurut Epe, umumnya pembicaraan antara dirinya dengan Gayus, terkait hobi, asal dan soal selera makanan. Seperti diketahui, Gayus yang berdarah Batak juga memiliki selera makanan yang tidak berbeda jauh dengan warga Sulut, aku Epe.
Gayus yang baru saja divonis tujuh tahun penjara oleh hakim terkait kasus mafia pajaknya, mengaku kepada Epe, bahwa dirinya belum pernah menginjakkan kaki di Sulut, khususnya Kota Tomohon. Oleh sebab itu, dia ingin mengunjungi Tomohon suatu waktu jika memungkinkan. Sedangkan ketika ditanyai apakah Gayus sempat memberikannya kado saat merayakan ulang tahun tanggal 20 Januari lalu, Epe mengaku tidak.
Gayus bersama Anggodo Widjoyo serta Jimmy Rimba Rogi, sebagai sesama penghuni Rutan Cipinang, hanya menyalami dan menyatakan selamat umur panjang waktu itu. Sedangkan soal kasusnya, Epe sendiri tetap yakin bahwa ada rekayasa dan itu akan terungkap lewat fakta-fakta persidangan. “Saya yakin dalam persidangan nanti, akan terungkap siapa aktor yang sesungguhnya,’’ aku walikota pilihan rakyat Tomohon dua periode ini.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Hukum
Friday, January 21, 2011
HUT Epe di Cipinang Dihadiri Gayus
Peringatan hari jadi ke-45 Walikota nonaktif Tomohon, Jefferson ‘Epe’ Rumajar yang berlangsung sederhana di Rutan Cipinang kemarin (20/01), memberi kesan tersendiri bagi suami Jeanne Montolalu ini.
Pasalnya, selain dihadiri keluarga dekat, turut hadir sejumlah ‘tamu spesial’ sesama penghuni Cipinang, seperti Gayus Tambunan yang baru saja menerima vonis tujuh tahun penjara, serta Anggodo Widjoyo.
Tak ketinggalan mantan Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi yang ikut menyemarakkan suasana. “Saya merasa bersyukur pada Tuhan Yesus karena Ia masih menyertai saya, bahkan menambahkan usia setahun lagi. Ini merupakan anugerah yang luar biasa,” ucap Epe seperti dilansir Harian Komentar, kemarin. Ditambahkannya, peringatan hari jadinya ini juga memberi kesan tersendiri, karena baru pertama kali diperingati di rutan Cipinang.
“Saya tetap bersyukur kaena Tuhan Yesus pasti punya rencana yang indah buat saya serta keluarga,” tutupnya. Se-lain keluarga termasuk anak-anak, tampak juga sejumlah penghuni Cipinang lainnya serta petugas sipir turut merasakan sukacita atas peringatan hari jadi orang yang terpilih kedua kali menjadi Walikota Tomohon.
Secara terpisah, dari Kota Tomohon, Rapat paripurna DPRD dengan agenda penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS), Kamis (20/01) kemarin, menyisakan cerita menarik. Pasalnya, sebelum paripurna tersebut ditutup oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Andy R Sengkey, seluruh legislator dan pejabat eksekutif yang hadir menyempatkan diri melakukan doa bersama untuk Epe terkait HUTnya ke- 45.
Kejadian menarik itu diawali interupsi salah satu personel Fraksi Partai Golkar, Jeffry F Motoh. Interupsi yang hampir terlambat itu, spontan memunculkan tanda tanya dari para peserta rapat paripurna.
Begitu Ketua DPRD Tomohon Andy Sengkey memberikan kesempatan, Motoh pun langsung mengingatkan bahwa 20 Januari merupakan HUT Walikota Tomohon non-aktif Jefferson ‘Epe’ Rumajar. Untuk itu, sebagai bentuk kebersamaan, Motoh mengajak seluruh peserta paripurna untuk berdoa buat Epe. “Agar di HUT ke-45, Tuhan memberikan kekuatan bahkan kemampuan kepada pak Rumajar untuk melewati proses hukum yang tengah dihadapi. Saya mohon Ketua FPG Hofny Kalalo memimpin doa,” tutur Motoh.
Mendengar permintaan tersebut, Sengkey pun langsung menyetujuinya. “Karena sudah ada staf sekretariat DPRD yang akan memimpin doa, maka tidak perlu oleh Ketua Fraksi Golkar,” jawab Sengkey sembari mengatakan bahwa perhatian Motoh terhadap Epe patut dihargai.
sumber: www.hariankomentar.com
Pasalnya, selain dihadiri keluarga dekat, turut hadir sejumlah ‘tamu spesial’ sesama penghuni Cipinang, seperti Gayus Tambunan yang baru saja menerima vonis tujuh tahun penjara, serta Anggodo Widjoyo.
Tak ketinggalan mantan Walikota Manado, Jimmy Rimba Rogi yang ikut menyemarakkan suasana. “Saya merasa bersyukur pada Tuhan Yesus karena Ia masih menyertai saya, bahkan menambahkan usia setahun lagi. Ini merupakan anugerah yang luar biasa,” ucap Epe seperti dilansir Harian Komentar, kemarin. Ditambahkannya, peringatan hari jadinya ini juga memberi kesan tersendiri, karena baru pertama kali diperingati di rutan Cipinang.
“Saya tetap bersyukur kaena Tuhan Yesus pasti punya rencana yang indah buat saya serta keluarga,” tutupnya. Se-lain keluarga termasuk anak-anak, tampak juga sejumlah penghuni Cipinang lainnya serta petugas sipir turut merasakan sukacita atas peringatan hari jadi orang yang terpilih kedua kali menjadi Walikota Tomohon.
Secara terpisah, dari Kota Tomohon, Rapat paripurna DPRD dengan agenda penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (PPAS), Kamis (20/01) kemarin, menyisakan cerita menarik. Pasalnya, sebelum paripurna tersebut ditutup oleh Ketua DPRD Kota Tomohon Andy R Sengkey, seluruh legislator dan pejabat eksekutif yang hadir menyempatkan diri melakukan doa bersama untuk Epe terkait HUTnya ke- 45.
Kejadian menarik itu diawali interupsi salah satu personel Fraksi Partai Golkar, Jeffry F Motoh. Interupsi yang hampir terlambat itu, spontan memunculkan tanda tanya dari para peserta rapat paripurna.
Begitu Ketua DPRD Tomohon Andy Sengkey memberikan kesempatan, Motoh pun langsung mengingatkan bahwa 20 Januari merupakan HUT Walikota Tomohon non-aktif Jefferson ‘Epe’ Rumajar. Untuk itu, sebagai bentuk kebersamaan, Motoh mengajak seluruh peserta paripurna untuk berdoa buat Epe. “Agar di HUT ke-45, Tuhan memberikan kekuatan bahkan kemampuan kepada pak Rumajar untuk melewati proses hukum yang tengah dihadapi. Saya mohon Ketua FPG Hofny Kalalo memimpin doa,” tutur Motoh.
Mendengar permintaan tersebut, Sengkey pun langsung menyetujuinya. “Karena sudah ada staf sekretariat DPRD yang akan memimpin doa, maka tidak perlu oleh Ketua Fraksi Golkar,” jawab Sengkey sembari mengatakan bahwa perhatian Motoh terhadap Epe patut dihargai.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Hukum
Thursday, January 20, 2011
SHS Sukses Undang Menteri Pariwisata se-ASEAN
Gubernur Sulawesi Utara Dr Sinyo Harry Sarundajang (SHS) tak kenal lelah berjuang demi masa depan Sulawesi Utara. Semangat pria enerjik ini tak pernah surut untuk berbuat yang terbaik bagi daerah ini. Warga Sulut selalu dibuat penasaran dan bertanya-tanya, "Gebrakan apa lagi yang akan dibuat Sarundajang?"
Tak ada istilah berpuas diri. Setelah sukses melaksanakan misi ke Jepang untuk mempresentasikan kesiapan Sulut menjadi Tuan Rumah Penyelenggaraan Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DIREX) bulan Maret nanti, Kamis (19/1) tadi malam SHS kembali sukses mengundang seluruh Menteri Pariwisata se-ASEAN ke Sulut. Seluruh menteri pariwisata yang tersebar Asia Tenggara, dipastikan datang ke Sulut setelah Gubernur SH Sarundajang, tadi malam, menerima Pataka sebagai tuan rumah penyelenggaraan ASEAN Tourism Forum (ATF) tahun berikutnya. SHS menerima pataka itu pada penutupan ATF yang dilaksanakan di Phnom Pehn, Kamboja.
"Kami diberikan kesempatan selama setahun untuk melakukan berbagai persiapan. Karena ASEAN Tourism Forum akan dilaksanakan mulai 9 hingga 15 Januari 2012," ujar Gubernur saat dihubungi wartawan, tadi malam. Dijelaskan SHS, event yang sangat prestisius ini akan dihadiri oleh Menteri Pariwisata dari seluruh negara ASEAN dan tiga anggota negara non-ASEAN yaitu Korea, Jepang, dan China. Akan ikut juga para stakeholder pariwisata, sehingga diperkirakan jumlah peserta dari luar negeri nantinya sebanyak kurang lebih 2.000 orang yang belum termasuk dengan tamu dari dalam Indonesia sendiri.
"Estimasi total jumlah tamu baik dari domestik maupun manca negara akan seperti penyelenggaraan WOC yaitu sebesar 5.000 peserta," ujar SHS. Sebelum itu, seperti dilaporkan Helen Tjakra, tadi malam secara resmi Sulut dinyatakan sebagai tuan rumah ATF 2012 yang akan diselenggarakan pada tanggal 9-15 Januari 2012. Hal itu ditandai dengan penyerahan Pataka ATF dari Menteri Pariwisata Kamboja kepada Menteri Pariwisata dan Kebudayaan Indonesia dan kemudian langsung diserahterimakan kepada Gubernur Sulawesi Utara. Penyerahan itu disaksikan oleh Dirjen Pemasaran KemBudPar dan Duta Besar Republik Indonesia di Kamboja. Hadir juga Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sulut serta para pelaku pariwisata Sulut seperti: Grand Kawanua, Peninsula Hotel, Rainbow Tours & Travel, dan juga Mapanget Travel. Seller dari event ini umumnya adalah negara ASEAN plus Korea, Jepang, dan China (13 negara). Sedangkan buyer berasal dari seluruh dunia. Diperkirakan minimal 400 booth yang akan terjual pada TRAVEX ATF 2012. Kegiatan penyerahan pataka ini sendiri diselenggarakan pada Indonesia Night yang didahului sambutan Menbudpar RI dan diisi dengan tari-tarian oleh Blocking Model sebanyak lima tari-tarian yaitu Tari Rame-rame, Tari Pisok, Tari Mangael, Tari Tetengkoren, dan Tari Katrili. Setelah penyerahan Pataka, Menteri Pariwisata, Dubes RI, Gubernur Sulut, dan Dirjen Pemasaran secara bersamaan memukul tetengkoren, yang dibawa langsung dari Manado. Dalam acara ini juga diisi oleh musik Kolintang yang menampilkan lagu-lagu daerah Sulut.
Lokasi kegiatannya dilaksanakan di hotel Sofitel Phnom Penh, yang merupakan hotel terbaru dan termegah di kota Phnom Penh. Hidangan Penutup dari acara Indonesian Night ini disajikan Klapertaart khas Manado, dimana resepnya dikirim dari Novotel Manado dan dinikmati oleh kurang lebih 1.200 tamu sambil menyaksikan pemutaran slideshow potensi pariwisata Sulut.
sumber: www.mdopost.co.id
Labels:
Pariwisata,
SHS
Pemkot Tomohon Alokasikan Rp. 10 M Bayar Hutang
Pemerintah Kota Tomohon mengalokasikan dana sebesar Rp 10 Miliar dalam APBD 2011 untuk membayar hutang kepada pihak ketiga yang berjumlah sekitar RP 37 Miliar. Adanya alokasi dana ini terungkap saat pembahasan KUA-PPAS antara badan anggaran (banggar) DPRD dengan TAPD pemerintah di ruang paripurna, Rabu (19/1).
Badan anggaran yang dipimpin Ketua DPRD Kota Tomohon Andy Sengkey menemukan selisih sekitar Rp 11 Miliar, setelah menjumlahkan estimasi antara penerimaan pendapatan berjumlah sekitar Rp 235 Miliar dengan belanja daerah Rp 223 Miliar.
Marthen Manopo, Wakil Ketua DPRD yang hadir dalam pembahasan tersebut tak setuju dengan rencana pemerintah menganggarkan mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk membayar hutang. Sebab, dari hasil konsultasi ke Jakarta belum ada dasar hukum jelas yanng mengatur pembayaran hutang lewat dana APBD. "Hutang pemerintah tidak bisa dibnayar dengan dana APBD, jadi tak bisa dilakukan sebelum ada payung hukumnya," tegasnya.
Joudi Moningka, anggota DPRD lainnya mengatakan perlu diperinci lebih jelas jumlah hutang dan pihak ketiga mana saja yang akan dibayarkan dari alokasi dana yang dianggarkan. Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan pembayaran yang bisa berakibat pada persoalan hukum.
Sedangkan Andy sendiri tak mempersoalkan dialokasikannya dana membayar hutang dalam APBD. Sebab, tak mungkin dibayarkan jika tak dianggarkan.
Ervins Liuw, Ketua TPAD Pemerintah Kota Tomohon mengungkapkan telah berkonsultasi ke Depdagri, Kementrian Keuangan dan BPK terkait pembayaran hutang dimaksud meski hanya lisan. "Hutang bisa dibayar lewat Pos pembiayaan dalam APBD," jelasnya.
Meski begitu menurutnya pembayaran hutang tak bisa langsung direalisasikan sebab dibutuhkan aturan pendukung tertulis.
sumber: www.tribunmanado.co.id
Badan anggaran yang dipimpin Ketua DPRD Kota Tomohon Andy Sengkey menemukan selisih sekitar Rp 11 Miliar, setelah menjumlahkan estimasi antara penerimaan pendapatan berjumlah sekitar Rp 235 Miliar dengan belanja daerah Rp 223 Miliar.
Marthen Manopo, Wakil Ketua DPRD yang hadir dalam pembahasan tersebut tak setuju dengan rencana pemerintah menganggarkan mengalokasikan anggaran dalam APBD untuk membayar hutang. Sebab, dari hasil konsultasi ke Jakarta belum ada dasar hukum jelas yanng mengatur pembayaran hutang lewat dana APBD. "Hutang pemerintah tidak bisa dibnayar dengan dana APBD, jadi tak bisa dilakukan sebelum ada payung hukumnya," tegasnya.
Joudi Moningka, anggota DPRD lainnya mengatakan perlu diperinci lebih jelas jumlah hutang dan pihak ketiga mana saja yang akan dibayarkan dari alokasi dana yang dianggarkan. Hal tersebut sangat penting dilakukan untuk menghindari terjadinya kesalahan pembayaran yang bisa berakibat pada persoalan hukum.
Sedangkan Andy sendiri tak mempersoalkan dialokasikannya dana membayar hutang dalam APBD. Sebab, tak mungkin dibayarkan jika tak dianggarkan.
Ervins Liuw, Ketua TPAD Pemerintah Kota Tomohon mengungkapkan telah berkonsultasi ke Depdagri, Kementrian Keuangan dan BPK terkait pembayaran hutang dimaksud meski hanya lisan. "Hutang bisa dibayar lewat Pos pembiayaan dalam APBD," jelasnya.
Meski begitu menurutnya pembayaran hutang tak bisa langsung direalisasikan sebab dibutuhkan aturan pendukung tertulis.
sumber: www.tribunmanado.co.id
Labels:
Kota Tomohon
BNPB RI Genjot Persiapan ARF-DiREX
Asean Regional Forum Disaster Relief Exercise (ARF-DIREX), sebuah even latihan bersama penanggulangan bencana tingkat internasional yang diikuti 27 Negara plus Negara Uni Eropa, digenjot persiapannya secara khusus oleh Pemerintah Pusat.
Badan Nasional Penanggulangan Bencana. (BNPB) RI datang ke Sulut. Kepala Biro Hukum BNPB RI Dewina Nasution SH MSi melakukan koordinasi sekitar 76 peserta dari seluruh SKPD Sulut yang terkait dalam kegiatan ini.
Dewina memberikan penjelasan tentang prosedur masuk keluar orang, barang dan peralatan termasuk hewan yang akan dilibatkan dalam even tersebut. "Dana pusat sebesar Rp 10 miliar namun nanti juga ada dana sharing dari instansi terkait," ujarnya.
Dewina mengaku belum bisa menjelaskan total anggatan yang dibutuhkan, karena hingga saat ini masih dikalkulasikan.
"Kami juga sementara hitung personilnya berapa, biaya konsumsi dan sebagainy," kata Dewina. Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulut, Hoyke Makarawung menambahkan, selain digelontorkan dana pusat even ini juga mendapat bantuan dari Jepang, sedangkan dana dari instansinya sebesar Rp 2 miliar.
"Indonesia dipilih sebagai tuan rumah karena memiliki posisi geografis, pengalaman penyelenggaraan even internasional dan faktor kepemimpinan," kata Makarawung.
Lokasi ARF DIREX mengambil lokasi Pulau Bunaken, Mantehage, Siladen, Wori, Minaesa, Kimabajo dan sepanjang kawasan Megamal hingga Blue Banter.
sumber: www.tribunmanado.co.id
Labels:
Sulawesi Utara
Sunday, January 16, 2011
Harga Cabe di Tomohon Tembus 70 ribu per kilo
Tomohon – Cabe Rawit walaupun bukan merupakan kebutuhan pokok masyarakat di Tomohon, ternyata harganya melambung dari Rp 40 Ribu per Kilgram pada Desember 2010, kini menjadi Rp 70 ribu per Kilogram.
Kenaikan harga yang cukup fantastis ini menurut sejumlah pedagang yang ditemui di Pasar Tomohon, dipengaruhi pasokan Cabe Rawit dari petani yang berkurang diakibatkan tanaman Cabe banyak yang kurang menghasilkan akibat tingginya curah hujan saat ini.
”Mungkin karena di seluruh daerah banyak hujan, sehingga buahnya banyak yang jatuh sebelum dipanen,” ungkap Ibu Martha, penjual rempah-rempah strategis seperti cabe, bawang dan tomat kepada manadotoday.
Selanjutnya Martha menyebutkan, biasanya sejumlah daerah penghasil Cabe baik lokal maupun antar pulau tak pernah menurunkan pasokannya, namun yang terjadi saat ini justru beberapa daerah penghasil tak mengirimkan pasokannya. “Saat ini ada beberapa daerah pemasok seperti Gorontalo, Surabaya serta lokal Tomohon seperti daerah Woloan dan sekitarnya sedikit mengirim pasokan Cabe,” ungkap Martha.
Kabag Perekonomian Setdakot Tomohon Jemmy Supit SE ketika dimintai tanggapan membenarkan kondisi tersebut.
”Ya, dari pantauan kami di lapangan, stok cabe agak kurang. Ino disebabkan banyaknya buah yang jatuh sebelum panen karena banyak turun hujan,” tukasnya.
sumber: www.manadotoday.com
Kenaikan harga yang cukup fantastis ini menurut sejumlah pedagang yang ditemui di Pasar Tomohon, dipengaruhi pasokan Cabe Rawit dari petani yang berkurang diakibatkan tanaman Cabe banyak yang kurang menghasilkan akibat tingginya curah hujan saat ini.
”Mungkin karena di seluruh daerah banyak hujan, sehingga buahnya banyak yang jatuh sebelum dipanen,” ungkap Ibu Martha, penjual rempah-rempah strategis seperti cabe, bawang dan tomat kepada manadotoday.
Selanjutnya Martha menyebutkan, biasanya sejumlah daerah penghasil Cabe baik lokal maupun antar pulau tak pernah menurunkan pasokannya, namun yang terjadi saat ini justru beberapa daerah penghasil tak mengirimkan pasokannya. “Saat ini ada beberapa daerah pemasok seperti Gorontalo, Surabaya serta lokal Tomohon seperti daerah Woloan dan sekitarnya sedikit mengirim pasokan Cabe,” ungkap Martha.
Kabag Perekonomian Setdakot Tomohon Jemmy Supit SE ketika dimintai tanggapan membenarkan kondisi tersebut.
”Ya, dari pantauan kami di lapangan, stok cabe agak kurang. Ino disebabkan banyaknya buah yang jatuh sebelum panen karena banyak turun hujan,” tukasnya.
sumber: www.manadotoday.com
Labels:
Kota Tomohon
Friday, September 3, 2010
Heboh, Video Panas versi 'Luna Minsel'
AMURANG — Setelah heboh video mesum vokalis Peterpan dan Luna Maya, kini para orangtua di Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, kembali resah atas beredarnya video mesum berjudul Luna Bethelen di kalangan remaja.
Para orangtua di Amurang khawatir anak-anak mereka yang baru beranjak dewasa terpengaruh rekaman yang terlihat sengaja dibuat oleh pelaku prianya. "Sebagai orangtua saya khawatir sebab yang namanya video seperti itu cepat sekali merebaknya dari sesama handphone yang memiliki fasilitas canggih. Takutnya anak saya diperlihatkan temanya, perilakunya nanti jadi buruk," ujar Esther (55), seorang ibu rumah tangga, Minggu (29/8/2010).
Esther semakin khawatir karena informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku perempuan dalam video tersebut berasal dari Desa Bethelen, Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara (Mitra), sehingga judulnya menjadi Luna Bethelen.
"Wilayah Mitra kan hanya dekat dengan Minsel, jadi takutnya satu berbuat hal seperti itu, makin lama makin banyak yang berani membuatnya di daerah kita. Jadi saya minta polisi menangkap pelakunya," ujarnya.
Hal senada dikatakan Dolvie (34), warga Kelurahan Ranomea, Amurang Timur. Dolvie mengaku sudah melihat video yang adegannya sengaja dibuat oleh si pelaku pria. "Saya sudah lihat, ini tak bisa dibiarkan karena pria itu sengaja merekam, terbukti wanitanya sempat menutup wajah," ujar Dolvie.
Ia menambahkan, Polres Minsel harus cepat mengungkap kasus tersebut, apalagi saat ini masih bulan suci Ramadhan. "Saya dengar info kalau itu dibuat di daerah Mitra, jadi Polres Minsel harus lakukan penyelidikan karena itu wilayah kepolisian mereka. Apalagi terlihat (video) sengaja direkam oleh sang pria," kata Dolvie.
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, video berjudul Luna Bethelen tersebut berdurasi satu menit 12 detik. Gambar pria dan wanita dalam video tersebut sangat jelas, terutama sang pria yang mengenakan dua kalung. Adegan tersebut dilakukan di sebuah kamar berdinding kayu dan beratap seng.
Sementara sang wanita yang cukup cantik, berkulit putih, dan berambut lurus terlihat berusaha menutupi wajahnya. Namun, wajah sang wanita dalam video tersebut tetap terlihat dengan jelas.
Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Apri Wibowo mewakili Kapolres Minsel mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas rekaman video berjudul Luna Bethelen tersebut. "Kami sementara mencarinya, mudah-mudahan nanti bisa ditemukan," ujarnya.
Wibowo mengaku jajarannya belum bisa mengungkap identitas pria yang sengaja merekam adegan mesumnya.
sumber: www.kompas.com
Para orangtua di Amurang khawatir anak-anak mereka yang baru beranjak dewasa terpengaruh rekaman yang terlihat sengaja dibuat oleh pelaku prianya. "Sebagai orangtua saya khawatir sebab yang namanya video seperti itu cepat sekali merebaknya dari sesama handphone yang memiliki fasilitas canggih. Takutnya anak saya diperlihatkan temanya, perilakunya nanti jadi buruk," ujar Esther (55), seorang ibu rumah tangga, Minggu (29/8/2010).
Esther semakin khawatir karena informasi yang beredar menyebutkan bahwa pelaku perempuan dalam video tersebut berasal dari Desa Bethelen, Kecamatan Tombatu, Minahasa Tenggara (Mitra), sehingga judulnya menjadi Luna Bethelen.
"Wilayah Mitra kan hanya dekat dengan Minsel, jadi takutnya satu berbuat hal seperti itu, makin lama makin banyak yang berani membuatnya di daerah kita. Jadi saya minta polisi menangkap pelakunya," ujarnya.
Hal senada dikatakan Dolvie (34), warga Kelurahan Ranomea, Amurang Timur. Dolvie mengaku sudah melihat video yang adegannya sengaja dibuat oleh si pelaku pria. "Saya sudah lihat, ini tak bisa dibiarkan karena pria itu sengaja merekam, terbukti wanitanya sempat menutup wajah," ujar Dolvie.
Ia menambahkan, Polres Minsel harus cepat mengungkap kasus tersebut, apalagi saat ini masih bulan suci Ramadhan. "Saya dengar info kalau itu dibuat di daerah Mitra, jadi Polres Minsel harus lakukan penyelidikan karena itu wilayah kepolisian mereka. Apalagi terlihat (video) sengaja direkam oleh sang pria," kata Dolvie.
Informasi yang dihimpun Tribun Manado, video berjudul Luna Bethelen tersebut berdurasi satu menit 12 detik. Gambar pria dan wanita dalam video tersebut sangat jelas, terutama sang pria yang mengenakan dua kalung. Adegan tersebut dilakukan di sebuah kamar berdinding kayu dan beratap seng.
Sementara sang wanita yang cukup cantik, berkulit putih, dan berambut lurus terlihat berusaha menutupi wajahnya. Namun, wajah sang wanita dalam video tersebut tetap terlihat dengan jelas.
Kasat Reskrim Polres Minsel AKP Apri Wibowo mewakili Kapolres Minsel mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan atas rekaman video berjudul Luna Bethelen tersebut. "Kami sementara mencarinya, mudah-mudahan nanti bisa ditemukan," ujarnya.
Wibowo mengaku jajarannya belum bisa mengungkap identitas pria yang sengaja merekam adegan mesumnya.
sumber: www.kompas.com
Labels:
Minahasa Selatan
Friday, August 13, 2010
Mamuaja Peluang Besar Jadi Gubernur
JAKARTA- Penjabat Wali Kota Manado Robby Mamuaja yang masih memegang SK Presiden sebagai Sekretaris Provinsi (Sekprov) hampir dipastikan menjadi Gubernur Sulut sementara. Ini terjadi menyusul hari ini, Gubernur SH Sarundajang dan Wagub nonaktif Freddy H Sualang berakhir masa jabatan lima tahun, 13 Agustus 2005-13 Agustus 2010.
“Pak Robby Mamuaja akan menjadi pelaksana sementara sampai Pak Sarundajang dan Pak Djouhari Kansil dilantik pada 13 September, mengingat beliau (Robby Mamuaja) masih sebagai Sekprov yang bereselon 1,” beber sumber gedung putih. Sebab, lanjut dia, Siswa Rahmat Mokodongan masih berstatus Plt, belum definitif Sekprov, dan masih bereselon II A. Sedangkan syarat pelaksana Gubernur Sulut harus pejabat eselon 1.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Saut Situmorang belum mau membeberkan nama. Yang pasti, siapa pelaksana Gubernur Sulut akan diumumkan Jumat (13/8), hari ini. "Saya tidak mau mendahului Mendagri. Yang jelas pelaksananya sudah ada, cuma siapa dia itu masih rahasia," kata Saut kepada wartawan, Kamis (12/8).
Namun, Saut mengisyaratkan, para sekretaris daerah baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota berpeluang menjabat posisi Pelaksana Tugas (Plt) kepala daerah guna mencegah kevakuman pemerintah daerah.
Jika benar demikian, Sekprov Sulut Robby Mamuaja berpeluang besar menjadi Plt? Ditanya demikian, lagi-lagi Saut menolak membocorkan nama sang Plt.
Lebih lanjut, penunjukan plt gubernur serta bupati/wali kota di Sulut tidak ada yang istimewa. Pengangkatan Plt berbeda dengan penjabat, dimana untuk pelaksana tugas hanya bersifat sementara serta tidak dapat mengambil kebijakan strategis. ”Kalau penjabat bisa mengambil keputusan. Sedangkan Plt tugasnya hanya menjaga kelancaran proses pemerintahan, menjaga kontinuitas saja,” tandas Situmorang.
Bagaimana Minsel, Minut, dan Tomohon? Informasi dihimpun, Minsel berpeluang Kepala BKD Sulut Meki Onibala, Kadis Sosial Sulut Ricky Toemandoek, dan Sekab Minsel Novi Mangangantung.
Sedangkan Minut, nama Kadis Perindag Sulut Sanny Parengkuan atau Sekkab Minut Ruddy Umboh. Tomohon sendiri besar kemungkinan tak akan berubah lagi ke Sekkot Fentje Goni mengingat Pilwako Tomohon hanya berlangsung satu putaran. “Yang Pilkadanya dua putaran, kemungkinan besar ditunjuk penjabat oleh Depdagri. Kalau satu putaran, cukup pelaksana saja,” beber sumber.
sumber: http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=72764
“Pak Robby Mamuaja akan menjadi pelaksana sementara sampai Pak Sarundajang dan Pak Djouhari Kansil dilantik pada 13 September, mengingat beliau (Robby Mamuaja) masih sebagai Sekprov yang bereselon 1,” beber sumber gedung putih. Sebab, lanjut dia, Siswa Rahmat Mokodongan masih berstatus Plt, belum definitif Sekprov, dan masih bereselon II A. Sedangkan syarat pelaksana Gubernur Sulut harus pejabat eselon 1.
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kementerian Dalam Negeri Saut Situmorang belum mau membeberkan nama. Yang pasti, siapa pelaksana Gubernur Sulut akan diumumkan Jumat (13/8), hari ini. "Saya tidak mau mendahului Mendagri. Yang jelas pelaksananya sudah ada, cuma siapa dia itu masih rahasia," kata Saut kepada wartawan, Kamis (12/8).
Namun, Saut mengisyaratkan, para sekretaris daerah baik tingkat provinsi maupun tingkat kabupaten/kota berpeluang menjabat posisi Pelaksana Tugas (Plt) kepala daerah guna mencegah kevakuman pemerintah daerah.
Jika benar demikian, Sekprov Sulut Robby Mamuaja berpeluang besar menjadi Plt? Ditanya demikian, lagi-lagi Saut menolak membocorkan nama sang Plt.
Lebih lanjut, penunjukan plt gubernur serta bupati/wali kota di Sulut tidak ada yang istimewa. Pengangkatan Plt berbeda dengan penjabat, dimana untuk pelaksana tugas hanya bersifat sementara serta tidak dapat mengambil kebijakan strategis. ”Kalau penjabat bisa mengambil keputusan. Sedangkan Plt tugasnya hanya menjaga kelancaran proses pemerintahan, menjaga kontinuitas saja,” tandas Situmorang.
Bagaimana Minsel, Minut, dan Tomohon? Informasi dihimpun, Minsel berpeluang Kepala BKD Sulut Meki Onibala, Kadis Sosial Sulut Ricky Toemandoek, dan Sekab Minsel Novi Mangangantung.
Sedangkan Minut, nama Kadis Perindag Sulut Sanny Parengkuan atau Sekkab Minut Ruddy Umboh. Tomohon sendiri besar kemungkinan tak akan berubah lagi ke Sekkot Fentje Goni mengingat Pilwako Tomohon hanya berlangsung satu putaran. “Yang Pilkadanya dua putaran, kemungkinan besar ditunjuk penjabat oleh Depdagri. Kalau satu putaran, cukup pelaksana saja,” beber sumber.
sumber: http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=72764
Labels:
Politik
Sunday, August 8, 2010
Polisi Bantah, Pengeroyokan HKBP dari FPI
Polisi membantah aksi pengeroyokan jemaat gereja Huria Kisten Batak Protestan (HKBP) dilakukan oleh massa Front Pembela Islam (FPI). Menurut Kepala bidang humas polda metro jaya Komisaris besar Boy Rafli Amar aksi pengeroyokan dilakukan oleh masyarakat dan forum umat islam. "Jadi ini dilakukan bukan oleh FPI," tegasnya kepada wartawan di Jalan Puyuh Raya, Bekasi, Ahad (8/8).
Boy berjanji akan menindak tegas pelaku pengeroyokan. "Kami akan proses jika ada laporan masuk. Jadi kami masih menunggu para korban untuk melapor, setelah itu akan kami proses."
Menurut Kapolres Metro Bekasi Imam Sugianti, pihaknya sudah berusaha memberikan perlindungan kepada para jemaat gereja HKBP yang akan melakukan kebaktian dan memberi himbauan untuk tidak mendekati lokasi yang diduduki massa. "Tapi mereka (jemaat) tetap memaksa masuk," katanya.
Pertanan berlapis dari polisi nyatanya berhasil diterobos massa yang menolak keberadaan jemaat HKBP. "Tadi kami menurunkan 500 personel dari brimob, polda, dan juga polres," paparnya.
Meski polisi mengaku telah berusaha melakukan pengamanan namun, jemaat yang menjadi korban pengeroyokan massa tidak melihat tindakan perlindungan dari polisi saat kejadian.
Meryl Toruan, 22 tahun, salah satu korban mengatakan ia dipukul berkali-kali dari belakang oleh sekelompok orang beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri atas bantuan pendeta yang menariknya dari pengeroyokan. "Di dekat saya ada polisi, tapi mereka gak melakukan apa-apa. Mereka semua diam," katanya.
Tak hanya Meryl, korban lainnya Rosdiana Batubara, 52 tahun, bahkan sempat meminta langsung kepada polisi untuk segera menangkap orang yang mengeroyoknya. "Saya dilempar pakai batu, dan kepala saya ditonjok. Saya sampai nangis-nangis teriak ke polisi 'tangkap pak tolong tangkap orang itu' tapi polisinya diam saja."
Kini, puluhan korban masih akan menunggu divisum dan rencananya mereka akan langsung ke Marrkas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk melaporkan kejadian ini.
sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/08/08/brk,20100808-269614,id.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Boy berjanji akan menindak tegas pelaku pengeroyokan. "Kami akan proses jika ada laporan masuk. Jadi kami masih menunggu para korban untuk melapor, setelah itu akan kami proses."
Menurut Kapolres Metro Bekasi Imam Sugianti, pihaknya sudah berusaha memberikan perlindungan kepada para jemaat gereja HKBP yang akan melakukan kebaktian dan memberi himbauan untuk tidak mendekati lokasi yang diduduki massa. "Tapi mereka (jemaat) tetap memaksa masuk," katanya.
Pertanan berlapis dari polisi nyatanya berhasil diterobos massa yang menolak keberadaan jemaat HKBP. "Tadi kami menurunkan 500 personel dari brimob, polda, dan juga polres," paparnya.
Meski polisi mengaku telah berusaha melakukan pengamanan namun, jemaat yang menjadi korban pengeroyokan massa tidak melihat tindakan perlindungan dari polisi saat kejadian.
Meryl Toruan, 22 tahun, salah satu korban mengatakan ia dipukul berkali-kali dari belakang oleh sekelompok orang beruntung, ia berhasil menyelamatkan diri atas bantuan pendeta yang menariknya dari pengeroyokan. "Di dekat saya ada polisi, tapi mereka gak melakukan apa-apa. Mereka semua diam," katanya.
Tak hanya Meryl, korban lainnya Rosdiana Batubara, 52 tahun, bahkan sempat meminta langsung kepada polisi untuk segera menangkap orang yang mengeroyoknya. "Saya dilempar pakai batu, dan kepala saya ditonjok. Saya sampai nangis-nangis teriak ke polisi 'tangkap pak tolong tangkap orang itu' tapi polisinya diam saja."
Kini, puluhan korban masih akan menunggu divisum dan rencananya mereka akan langsung ke Marrkas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) untuk melaporkan kejadian ini.
sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/08/08/brk,20100808-269614,id.html?utm_source=twitterfeed&utm_medium=twitter
Labels:
Hukum
FPI (kembali) Serang Gereja: HKBP Diserang Saat Akan Beribadah
Ratusan massa Front Pembela Islam (FPI) menyerang jemaat gereja Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Pondok Indah Timur pukul 9 pagi di Kampung Ciketing Asem, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, Jawa Barat.
"Kami belum sempat kebaktian, tiba-tiba massa FPI sudah menduduki lokasi dengan menerobos barikade polisi," kata Hendrik Siagian, pendamping jemaat gereja HKBP, Ahad (8/8).
Penyerangan massa FPI tersebut berawal saat jemaat akan melakukan kebaktian. Ratusan polisi sudah berjaga mengamankan kebaktian yang akan berlangsung itu, namun ternyata massa FPI berhasil menerobos barikade polisi. Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, jemaat bermaksud membubarkan diri.
"Saat di jalan mau pulang itulah, massa FPI mengejar kami dan melakukan pemukulan. Situasi saat itu mulai rusuh. Saya melihat langsung di depan saya seorang ibu dipukuli oleh FPI," ujar Hendrik menjelaskan situasi saat itu.
Beberapa menit kemudian, massa FPI langsung membubarkan diri. Penyerangan oleh massa FPI tersebut mengakibatkan belasan jemaat luka-luka akibat pukulan. "Kebanyakan yang jadi korban adalah ibu-ibu," tandanya.
Hendrik menduga penyerangan tersebut merupakan skenario yang dibuat oleh pihak kepolisian dan FPI. Alasannya, saat massa FPI berdatangan penjagaan polisi tidak ketat. "Pagar betis polisi rapuh, tidak dalam posisi melindungi jemaat saat massa menerobos. Polisi seperti menyerah. Seharusnya kan polisi sudah mempersiapkan itu," tegas Hendrik.
Penolakan massa FPI terhadap jemaat HKBP Pondok Indah Timur sudah berlangsung cukup lama. Sebelumnya, FPI juga pernah membubarkan kebaktian yang dilakukan jemaat gereja HKBP dengan alasan tempat kebaktian yang digunakan jemaat dinilai tidak berizin.
sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/08/08/brk,20100808-269588,id.html
"Kami belum sempat kebaktian, tiba-tiba massa FPI sudah menduduki lokasi dengan menerobos barikade polisi," kata Hendrik Siagian, pendamping jemaat gereja HKBP, Ahad (8/8).
Penyerangan massa FPI tersebut berawal saat jemaat akan melakukan kebaktian. Ratusan polisi sudah berjaga mengamankan kebaktian yang akan berlangsung itu, namun ternyata massa FPI berhasil menerobos barikade polisi. Melihat situasi yang mulai tidak kondusif, jemaat bermaksud membubarkan diri.
"Saat di jalan mau pulang itulah, massa FPI mengejar kami dan melakukan pemukulan. Situasi saat itu mulai rusuh. Saya melihat langsung di depan saya seorang ibu dipukuli oleh FPI," ujar Hendrik menjelaskan situasi saat itu.
Beberapa menit kemudian, massa FPI langsung membubarkan diri. Penyerangan oleh massa FPI tersebut mengakibatkan belasan jemaat luka-luka akibat pukulan. "Kebanyakan yang jadi korban adalah ibu-ibu," tandanya.
Hendrik menduga penyerangan tersebut merupakan skenario yang dibuat oleh pihak kepolisian dan FPI. Alasannya, saat massa FPI berdatangan penjagaan polisi tidak ketat. "Pagar betis polisi rapuh, tidak dalam posisi melindungi jemaat saat massa menerobos. Polisi seperti menyerah. Seharusnya kan polisi sudah mempersiapkan itu," tegas Hendrik.
Penolakan massa FPI terhadap jemaat HKBP Pondok Indah Timur sudah berlangsung cukup lama. Sebelumnya, FPI juga pernah membubarkan kebaktian yang dilakukan jemaat gereja HKBP dengan alasan tempat kebaktian yang digunakan jemaat dinilai tidak berizin.
sumber: http://www.tempointeraktif.com/hg/kriminal/2010/08/08/brk,20100808-269588,id.html
Labels:
Humania
Nahkoda Perahu Naas Ditetapkan Jadi Tersangka
MANADO -- Nahkoda perahu kayu yang ditumpangi anggota komisi III DPRRI ditetapkan menjadi tersangka. Nahkoda atas nama Alex Mahendra ditahan karena diduga lalai dalam membawa penumpang.
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Benny Bela mengatakan Alex sudah diamankan di Mapolda Sulawesi Utara, Sabtu (7/8) malam. "Sudah dari semalam di Polda,"ujar Benny saat dihubungi wartawan, Ahad (8/8).
Menurut Benny, tersangka dituduh pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) karena lalai sehingga menyebabkan kematian orang lain. Berdasarkan beleid tersebut, tersangka diancam dengan pidana penjara lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun. Benny mengungkap tersangka tidak memberikan fasilitas life-vest (pelampung) kepada penumpang.
Peristiwa itu sendiri menyebabkan dua orang tewas. Masing-masing anggota komisi III Fraksi PDIP, Setia Permana dan isteri anggota komisi III Fraksi Partai Demokrat, Sutjipto, Wahyu Nurani.
Menurut Benny, rombongan yang terdiri dari 10 orang tersebut sampai ke Bunaken pada Sabtu (7/8) sekitar pukul 08.00 WITA. Pukul 11.00 WITA, mereka kembali dari Bunaken ke Manado. Saat kapal sudah mendekati dermaga, ombak langsung keras.
" Biasanya motorist (nahkoda) itu kalau mendekati dermaga mesin satu dimatikan. Pas dimatikan mesin mungkin mesin itu tidak mampu menahan ombak,"ujar Benny.
Benny mengatakan tidak ada peringatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sebelum perahu tersebut berlayar pulang ke Manado. Menurutnya, ombak di sekitar perairan Bunaken tampak tenang dan tidak menunjukkan gejala akan membesar.
Perahu berbahan kayu itu pun terhempas ke batu. Perahu, ungkap Benny, langsung pecah dan tenggelam seketika. Perahu langsung tenggelam karena kondisi fisiknya sendiri terbuka. Dua anggota rombongan yang menumpangi perahu itu tersebut pun tenggelam dan tidak bisa diselamatkan. "Mereka tidak bisa berenang dan kapal itu juga tidak dilengkapi life-vest (pelampung) dan tenggelam,"ujarnya.
Benny mengatakan perahu tersebut memang buatan industri rumah tangga. Menurutnya, perahu itu bertulang kayu dan ditutup oleh bahan triplek. Setelah itu, bahan tersebut pun didempul hingga menjadi perahu.Umumnya, ungkap Benny, perahu yang berlayar ke Bunaken memang berbahan seperti itu. "Itu semua perahu di Bunaken. Modelnya panjang 5 sampai 6 meter dengan lebar 2 meter,"ujarnya.
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/08/08/128893-nahkoda-pembawa-rombongan-komisi-iii-dpr-ditahan
Kabid Humas Polda Sulawesi Utara, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Benny Bela mengatakan Alex sudah diamankan di Mapolda Sulawesi Utara, Sabtu (7/8) malam. "Sudah dari semalam di Polda,"ujar Benny saat dihubungi wartawan, Ahad (8/8).
Menurut Benny, tersangka dituduh pasal 359 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) karena lalai sehingga menyebabkan kematian orang lain. Berdasarkan beleid tersebut, tersangka diancam dengan pidana penjara lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun. Benny mengungkap tersangka tidak memberikan fasilitas life-vest (pelampung) kepada penumpang.
Peristiwa itu sendiri menyebabkan dua orang tewas. Masing-masing anggota komisi III Fraksi PDIP, Setia Permana dan isteri anggota komisi III Fraksi Partai Demokrat, Sutjipto, Wahyu Nurani.
Menurut Benny, rombongan yang terdiri dari 10 orang tersebut sampai ke Bunaken pada Sabtu (7/8) sekitar pukul 08.00 WITA. Pukul 11.00 WITA, mereka kembali dari Bunaken ke Manado. Saat kapal sudah mendekati dermaga, ombak langsung keras.
" Biasanya motorist (nahkoda) itu kalau mendekati dermaga mesin satu dimatikan. Pas dimatikan mesin mungkin mesin itu tidak mampu menahan ombak,"ujar Benny.
Benny mengatakan tidak ada peringatan Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG) sebelum perahu tersebut berlayar pulang ke Manado. Menurutnya, ombak di sekitar perairan Bunaken tampak tenang dan tidak menunjukkan gejala akan membesar.
Perahu berbahan kayu itu pun terhempas ke batu. Perahu, ungkap Benny, langsung pecah dan tenggelam seketika. Perahu langsung tenggelam karena kondisi fisiknya sendiri terbuka. Dua anggota rombongan yang menumpangi perahu itu tersebut pun tenggelam dan tidak bisa diselamatkan. "Mereka tidak bisa berenang dan kapal itu juga tidak dilengkapi life-vest (pelampung) dan tenggelam,"ujarnya.
Benny mengatakan perahu tersebut memang buatan industri rumah tangga. Menurutnya, perahu itu bertulang kayu dan ditutup oleh bahan triplek. Setelah itu, bahan tersebut pun didempul hingga menjadi perahu.Umumnya, ungkap Benny, perahu yang berlayar ke Bunaken memang berbahan seperti itu. "Itu semua perahu di Bunaken. Modelnya panjang 5 sampai 6 meter dengan lebar 2 meter,"ujarnya.
sumber: http://www.republika.co.id/berita/breaking-news/nusantara/10/08/08/128893-nahkoda-pembawa-rombongan-komisi-iii-dpr-ditahan
Labels:
Kota Manado
Mokodongan Berpeluang Gantikan Sarundajang
Masa jabatan Sinyo Harry Sarundajang sebagai Gubernur Sulut periode 2005-2010 akan berakhir 13 Agustus mendatang. Sulut dipastikan akan dipimpin oleh seorang Penjabat Gubernur atau Pelaksana Harian (Plh).
Peluang Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Ir Siswa Rahmat Mokodongan menakhodai pemerintahan di Sulut terbilang lumayan besar. Hal ini bisa terjadi jika Pemilukada gubernur hanya berlangsung satu putaran.
Namun, semua terpulang pada Menteri Dalam Negeri. Penjabat gubernur atau Plh bertugas menjalankan roda pemerintahan hingga pelantikan gubernur yang baru. Sesuai agenda tahapan Pemilukada Sulut 2010, pelantikan gubernur akan berlangsung 14 September.
"Cuma ada dua kemungkinan, dipimpin seorang Penjabat Gubernur atau Plh. Namun, tergantung dari Pemilukada Sulut sendiri. Kalau dua putaran, Mendagri kemungkinan besar akan menetapkan penjabat. Jika hanya satu putaran berarti Plh saja sebab rentang waktu antara masa jabatan berakhir dengan pelantikan gubernur baru hanya sekitar sebulan," kata Roy Tumiwa, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut kepada Tribun Manado, Sabtu (7/8/2010).
Kata Tumiwa, sesuai PP 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Sekda bisa diangkat menjadi Plh Gubernur. "Itu kalau hanya singkat. Kalau waktu hingga pelantikan relatif lama, maka wajib ditetapkan penjabat," katanya. Kendati begitu, Mendagri paling berhak menentukan apakah Sulut akan dipimpin Penjabat Gubernur ataukah Plh gubernur.
Semua tergantung situasi dan kondisi pemerintahan di daerah. "Tergantung Mendagri yang akan menetapkan seperti apa. Tentu saja harus sesuai aturan dan sambil mempertimbangkan kondisi di daerah," jelasnya.
Gubernur Sarundajang sendiri, sebagaimana diberitakan Tribun Manado edisi Sabtu 6 Agustus (kemarin) telah mengirimkan pemberitahuan tertulis ke Mendagri mengenai masa jabatannya yang akan berakhir 13 Agustus nanti. Selain itu, gubernur juga menyampaikan masa jabatan Bupati Minsel dan Minut yang akan berakhir 15 dan 16 Agustus.
sumber: http://tribunmanado.co.id/read/artikel/7255
Peluang Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Sulut, Ir Siswa Rahmat Mokodongan menakhodai pemerintahan di Sulut terbilang lumayan besar. Hal ini bisa terjadi jika Pemilukada gubernur hanya berlangsung satu putaran.
Namun, semua terpulang pada Menteri Dalam Negeri. Penjabat gubernur atau Plh bertugas menjalankan roda pemerintahan hingga pelantikan gubernur yang baru. Sesuai agenda tahapan Pemilukada Sulut 2010, pelantikan gubernur akan berlangsung 14 September.
"Cuma ada dua kemungkinan, dipimpin seorang Penjabat Gubernur atau Plh. Namun, tergantung dari Pemilukada Sulut sendiri. Kalau dua putaran, Mendagri kemungkinan besar akan menetapkan penjabat. Jika hanya satu putaran berarti Plh saja sebab rentang waktu antara masa jabatan berakhir dengan pelantikan gubernur baru hanya sekitar sebulan," kata Roy Tumiwa, Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Pemprov Sulut kepada Tribun Manado, Sabtu (7/8/2010).
Kata Tumiwa, sesuai PP 6 Tahun 2005 Tentang Pemilihan, Pengesahan Pengangkatan dan Pemberhentian Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah, Sekda bisa diangkat menjadi Plh Gubernur. "Itu kalau hanya singkat. Kalau waktu hingga pelantikan relatif lama, maka wajib ditetapkan penjabat," katanya. Kendati begitu, Mendagri paling berhak menentukan apakah Sulut akan dipimpin Penjabat Gubernur ataukah Plh gubernur.
Semua tergantung situasi dan kondisi pemerintahan di daerah. "Tergantung Mendagri yang akan menetapkan seperti apa. Tentu saja harus sesuai aturan dan sambil mempertimbangkan kondisi di daerah," jelasnya.
Gubernur Sarundajang sendiri, sebagaimana diberitakan Tribun Manado edisi Sabtu 6 Agustus (kemarin) telah mengirimkan pemberitahuan tertulis ke Mendagri mengenai masa jabatannya yang akan berakhir 13 Agustus nanti. Selain itu, gubernur juga menyampaikan masa jabatan Bupati Minsel dan Minut yang akan berakhir 15 dan 16 Agustus.
sumber: http://tribunmanado.co.id/read/artikel/7255
Labels:
Politik
Thursday, August 5, 2010
Masa Jabatan Jefferson Rumajar Berakhir, Goni Ganti Sementara
Masa jabatan lima tahun Jefferson Rumajar SE selaku Walikota Tomohon berakhir terhitung mulai Kamis (05/08) ini, kekosongan jabatan walikota diisi Drs Ventje Goni yang merupakan Sekda Kota Tomohon. Namun status Goni bukanlah caretaker, melainkan hanya pelaksana harian (plh) saja.
Hal ini dibenarkan Plt Sekprop Sulut, Ir Rahmat Mokodongan kepada wartawan Rabu (04/08) kemarin. “Sekda Kota Tomohon akan melaksanakan tugas pemerintahan sampai ada walikota definitif yang sesuai rencana akan dilantik 14 September mendatang,” ungkap Mokodongan.
Dijelaskannya, status yang disandang Goni bukanlah caretaker sebagaimana yang dibahasakan selama ini. Sebab, caretaker diberlakukan apabila masa jabatan yang dipercayakan di atas enam bulan. “Karena jabatannya tak sampai sebulan, maka, maka gubernur hanya mengeluarkan surat penugasan kepada Goni sebagai Plh,” katanya.
Sebagai Plh, lanjut Mokodongan, Goni memiliki tugas-tugas penting yang tak dapat diabaikan, yakni tugas-tugas rutin dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, sebagaimana biasanya. Dan satu hal yang harus dilakukan adalah menjaga stabilitas dan keamanan daerah. “Meski demikian ada batas kewenangannya, Plh tidak boleh menyentuh hak-hak walikota, seperti penggunaan kendaraan dinas, rumah dinas serta operasional walikota. Apalagi melakukan mutasi pejabat,” tandasnya.
Menariknya, dalam waktu dekat ini, Bupati Minut Drs Sompie Singal dan Bupati Minsel Drs RM Luntungan, pada tanggal 14 dan 16 Agustus, juga akan mengakhiri masa jabatannya. Terkait hal ini, Mokodongan mengatakan bahwa kemungkinan untuk penempatan pejabat di dua daerah tersebut, masih akan dibahas lagi.
Bukan tidak mungkin hal sama akan berlaku dengan Kota Tomohon, di mana untuk mengisi jabatan lowong hanya akan diisi seorang plh yang kemungkinan besar dari pejabat sekda setempat. Seperti diketahui, Sekda Minsel saat ini dipegang Novri Mangangantung dan Sekda Minut Rudy Umboh. Keduanya memiliki peluang mengikuti jejak Fentje Goni.
sumber: www.hariankomentar.com
Hal ini dibenarkan Plt Sekprop Sulut, Ir Rahmat Mokodongan kepada wartawan Rabu (04/08) kemarin. “Sekda Kota Tomohon akan melaksanakan tugas pemerintahan sampai ada walikota definitif yang sesuai rencana akan dilantik 14 September mendatang,” ungkap Mokodongan.
Dijelaskannya, status yang disandang Goni bukanlah caretaker sebagaimana yang dibahasakan selama ini. Sebab, caretaker diberlakukan apabila masa jabatan yang dipercayakan di atas enam bulan. “Karena jabatannya tak sampai sebulan, maka, maka gubernur hanya mengeluarkan surat penugasan kepada Goni sebagai Plh,” katanya.
Sebagai Plh, lanjut Mokodongan, Goni memiliki tugas-tugas penting yang tak dapat diabaikan, yakni tugas-tugas rutin dalam menjalankan tugas pemerintahan dan pelayanan publik, sebagaimana biasanya. Dan satu hal yang harus dilakukan adalah menjaga stabilitas dan keamanan daerah. “Meski demikian ada batas kewenangannya, Plh tidak boleh menyentuh hak-hak walikota, seperti penggunaan kendaraan dinas, rumah dinas serta operasional walikota. Apalagi melakukan mutasi pejabat,” tandasnya.
Menariknya, dalam waktu dekat ini, Bupati Minut Drs Sompie Singal dan Bupati Minsel Drs RM Luntungan, pada tanggal 14 dan 16 Agustus, juga akan mengakhiri masa jabatannya. Terkait hal ini, Mokodongan mengatakan bahwa kemungkinan untuk penempatan pejabat di dua daerah tersebut, masih akan dibahas lagi.
Bukan tidak mungkin hal sama akan berlaku dengan Kota Tomohon, di mana untuk mengisi jabatan lowong hanya akan diisi seorang plh yang kemungkinan besar dari pejabat sekda setempat. Seperti diketahui, Sekda Minsel saat ini dipegang Novri Mangangantung dan Sekda Minut Rudy Umboh. Keduanya memiliki peluang mengikuti jejak Fentje Goni.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kota Tomohon
Wednesday, August 4, 2010
Masa Jabatan Jefferson Rumajar Berakhir Hari Ini
Siapa yang akan menjabat sebagai Penjabat Walikota Tomohon akan terjawab, Rabu (4/8) hari ini. Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang segera akan mengumumkan nama pejabat yang dipercaya menakhodai kota bunga di masa transisi nanti. Gubernur akan menetapkan penjabat menyusul masa jabatan Jefferson Rumajar, Wali Kota Tomohon 2005-2010 yang habis hari ini.
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi Sulut, Ir Siswa Rahmat Mokodongan mengatakan, gubernur akan menetapkan nama pejabat di Tomohon. "Besar kemungkinan besok (hari ini) sebab masa jabatan Wali Kota Tomohon habis besok," jelas Mokodongan di rumah dinas gubernur Sulut, Selasa (3/8/2010).
Kendati memastikan waktu, mantan Sekda Bolmong ini tetap bergeming ketika diminta untuk menyebutkan nama. Ia memastikan, pihaknya selaku Kepala Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sulut telah menggodok sejumlah nama pejabat eselon dua dan menetapkan tiga calon. Saat ini masih menunggu surat keputusan (SK) gubernur.
"Karena belum ada SK-nya maka belum saya kasih tahu. Nanti akan ketahuan saat diumumkan. Nanti pak gubernur yang akan sampaikan, tidak etis jika kami yang menyampaikan. Pokoknya masa jabatan habis hari ini, kita langsung tetapkan dan besoknya kita isi penjabat tersebut," kata dia.
Kendati begitu, sejumlah nama yang sebelumnya mengemuka sebagai calon kuat tetap dianggap memilik peluang sama besar memegang kemudi pemerintahan di Tomohon. Sebut saja, Arnold Poli, Kaban Kesbangpol Sulut, Boyke Rompas, Kadisnakertrans dan Jeffry Korengkeng SH, Asisten I Bidang Pemeritahan.
Pengisian lowong
Berkaitan dengan itu, Mokodongan memastikan pengisian 10 jabatan lowong di lingkungan Setdaprov Sulut akan dilaksanakan sebelum tanggal 13 Agustus, sehari sebelum masa jabatan gubernur berakhir.
"Akan segera kita isi sebelum tanggal 13 bulan ini. Saat ini sudah dalam proses perurutan golongan dan kepangkatan. Pasti diisi," katanya. Dikatakan, para pejabat yang akan menempati jabatan eselon dua tersebut sifatnya definitif alias permanen.
sumber: http://tribunmanado.co.id/read/artikel/7187
Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Provinsi Sulut, Ir Siswa Rahmat Mokodongan mengatakan, gubernur akan menetapkan nama pejabat di Tomohon. "Besar kemungkinan besok (hari ini) sebab masa jabatan Wali Kota Tomohon habis besok," jelas Mokodongan di rumah dinas gubernur Sulut, Selasa (3/8/2010).
Kendati memastikan waktu, mantan Sekda Bolmong ini tetap bergeming ketika diminta untuk menyebutkan nama. Ia memastikan, pihaknya selaku Kepala Badan Pertimbangan dan Kepangkatan (Baperjakat) Sulut telah menggodok sejumlah nama pejabat eselon dua dan menetapkan tiga calon. Saat ini masih menunggu surat keputusan (SK) gubernur.
"Karena belum ada SK-nya maka belum saya kasih tahu. Nanti akan ketahuan saat diumumkan. Nanti pak gubernur yang akan sampaikan, tidak etis jika kami yang menyampaikan. Pokoknya masa jabatan habis hari ini, kita langsung tetapkan dan besoknya kita isi penjabat tersebut," kata dia.
Kendati begitu, sejumlah nama yang sebelumnya mengemuka sebagai calon kuat tetap dianggap memilik peluang sama besar memegang kemudi pemerintahan di Tomohon. Sebut saja, Arnold Poli, Kaban Kesbangpol Sulut, Boyke Rompas, Kadisnakertrans dan Jeffry Korengkeng SH, Asisten I Bidang Pemeritahan.
Pengisian lowong
Berkaitan dengan itu, Mokodongan memastikan pengisian 10 jabatan lowong di lingkungan Setdaprov Sulut akan dilaksanakan sebelum tanggal 13 Agustus, sehari sebelum masa jabatan gubernur berakhir.
"Akan segera kita isi sebelum tanggal 13 bulan ini. Saat ini sudah dalam proses perurutan golongan dan kepangkatan. Pasti diisi," katanya. Dikatakan, para pejabat yang akan menempati jabatan eselon dua tersebut sifatnya definitif alias permanen.
sumber: http://tribunmanado.co.id/read/artikel/7187
Labels:
Kota Tomohon
Thursday, July 29, 2010
Isu Aksi Mesum Ibu dan Anak Kandung Hebohkan Bitung
BITUNG — Isu aksi mesum antara ibu dan anak kandung yang berbuntut penanganan medis di RSUD Manembo-Nembo menjadi buah bibir masyarakat. Entah darimana asalnya, kabar tersebut dengan cepat menjadi pembicaraan warga hampir di seluruh sudut Bitung. Kabar itu menyebutkan aksi bejat itu dilakukan di Kelurahan Papusungan, Kecamatan Lembeh Selatan.
Kabar ada warganya yang melakukan aksi bejat itu ditepis Camat Lembeh Selatan, Forsman Dandel SSos. Menurutnya, ia sudah mengkonfirmasikan isu itu pada Lurah Papusungan. Hasilnya sama sekali tidak ada kejadian yang menghebohkan warga itu. "Berita itu bohong dan menyesatkan," tuturnya, kemarin.
Hal senada dikatakan Kapolres Bitung AKBP Suseno Noerhandoko SiK. "Tak ada laporan dari anggota soal itu. Itu hanya isu saja," ujarnya. Pernyataan serupa dilontarkan Direktur RSUD Manembo-Nembo dr Vonni Dumingan MKes. "Sampai saat ini RSUD tidak pernah melayani pasien ibu dan anak yang disebutkan berbuat mesum sehingga harus ditolong di rumah sakit," tuturnya, sembari mengatakan banyak warga masyarakat yang menanyakan kebenaran kabar tersebut.
Yang pasti, kabar burung ini jadi pembicaraan di mana saja seperti di pusat kota, warung kopi, RSUD, hingga kantin pemkot. Kabar ini sempat mengalahkan pembicaraan sekaligus perdebatan soal pertarungan pilkada Sulut yang sudah di depan mata.
sumber: http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=71347
Kabar ada warganya yang melakukan aksi bejat itu ditepis Camat Lembeh Selatan, Forsman Dandel SSos. Menurutnya, ia sudah mengkonfirmasikan isu itu pada Lurah Papusungan. Hasilnya sama sekali tidak ada kejadian yang menghebohkan warga itu. "Berita itu bohong dan menyesatkan," tuturnya, kemarin.
Hal senada dikatakan Kapolres Bitung AKBP Suseno Noerhandoko SiK. "Tak ada laporan dari anggota soal itu. Itu hanya isu saja," ujarnya. Pernyataan serupa dilontarkan Direktur RSUD Manembo-Nembo dr Vonni Dumingan MKes. "Sampai saat ini RSUD tidak pernah melayani pasien ibu dan anak yang disebutkan berbuat mesum sehingga harus ditolong di rumah sakit," tuturnya, sembari mengatakan banyak warga masyarakat yang menanyakan kebenaran kabar tersebut.
Yang pasti, kabar burung ini jadi pembicaraan di mana saja seperti di pusat kota, warung kopi, RSUD, hingga kantin pemkot. Kabar ini sempat mengalahkan pembicaraan sekaligus perdebatan soal pertarungan pilkada Sulut yang sudah di depan mata.
sumber: http://www.manadopost.co.id/index.php?mib=berita.detail&id=71347
Wednesday, July 28, 2010
Presiden Memberikan Penghargaan Kepada Gubernur SULUT Atas Prestasi Opini WTP
Jakarta - Presiden RI lewat Wakil Presiden Boediono, di Jakarta kemarin (27/07), memberikan penghargaan WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) dalam hal pengelolaan keuangan pemerintahan kepada sejumlah daerah. Menariknya, untuk tingkat pemerintahan propinsi, Sulawesi Utara satu-satunya yang mendapatkan penghargaan WTP ini.
Menurut Boediono, anugerah penghargaan WTP merupakan harapan serta cita-cita pemerintah agar dapat diwujudkan di seluruh Indonesia. “Saya berharap di masa mendatang seluruh instansi serta pemerintah daerah dapat meraih opini WTP,” ucap Boediono dalam mengawali sambutan-nya.
Selain Pemprop Sulut, terdapat 12 kabupaten/kota lain-nya yang turut meraih penghargaan serupa, masing-masing Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Yogyakarta, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Kaur, Kabupaten Muko-Muko, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Lhok Sumawe, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Sungai Penuh dan Kabupaten Tanah Datar.
Usai pelaksanaan kegiatan yang juga merupakan pembukaan rakernas akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah, Menteri Keuangan Agus Martowardjojo yang langsung menggelar konperensi pers, menyatakan berbagai hal seputar remunerasi yang berujung pada peningkatan pendapatan atau take home pay bagi pegawai negeri sipil.
Dalam kesempatan itu Menkeu turut memberikan apresiasi kepada Sulut. Menurut Agus, saat ditanyakan harian ini tentang penghargaan keuangan bagi daerah, dirinya memberi apresiasi atas apa yang sudah dicapai Pemprop Sulut. “Saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang menerima WTP, khususnya Sulut yang merupakan satu-satunya propinsi. Moga-moga ini akan memotivasi pemerintah daerah lain,” tukas mantan Dirut Bank Mandiri ini.
Ia juga memastikan bahwa daerah yang berhasil dalam mengelola keuangan akan memperoleh rewards, berupa insentif anggaran bagi daerah tersebut. “Pasti ada, nanti insentif akan diberikan kepada daerah-daerah berpredikat WTP, termasuk Sulut,” tutur Agus lagi. Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang (SHS) sendiri saat dihubungi harian ini menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan penghargaan bagi masyarakat Sulut.
“Ini buat rakyat Sulut,” tukas Sarundajang saat dihubungi via ponselnya. Hal senada juga diungkapkan Kepala Biro Keuangan Pemprop Sulut Praseno Hadi. Menurutnya predikat WTP dapat diraih pemprop Sulut karena adanya komitmen SHS untuk mengelola keuangan secara baik.
“Ini bisa diraih karena pak gubernur juga memiliki komitmen, kalau tidak siapapun karo keuangannya tidak mungkin terwujud,” tukas Praseno yang mengaku masih merupakan staf BPKP. Turut hadir juga dalam kegiatan yang digelar di Hotel Borobudur Intercontinental kemarin itu, Inspektorat Sulut J Karundeng dan Kepala Kantor Pemda Sulut Jakarta Ir Jemmy Kuhu.
Selain pemerintah daerah, sejumlah instansi pusat juga memperoleh penghargaan yang sama (WTP, red), di antaranya KPK, Mabes Polri, BNN, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta instansi pemerintah lainnya.
Seperti diketahui, BPK hanya memberikan opini Wajar D-ngan Pengecualian (Qualified Opinion) kepada instansi atau pemerintah daerah yang diaudit. Beberapa daerah atau instansi yang laporan keuangannya dianggap mencurigakan biasanya mendapat opini Tidak Wajar (Adverse Opinion). Opini terburuk adalah jika BPK Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion). Masing-masing opini diberikan sesuai dengan kriteria tertentu yang ditemukan selama proses audit.
sumber: www.hariankomentar.com
Menurut Boediono, anugerah penghargaan WTP merupakan harapan serta cita-cita pemerintah agar dapat diwujudkan di seluruh Indonesia. “Saya berharap di masa mendatang seluruh instansi serta pemerintah daerah dapat meraih opini WTP,” ucap Boediono dalam mengawali sambutan-nya.
Selain Pemprop Sulut, terdapat 12 kabupaten/kota lain-nya yang turut meraih penghargaan serupa, masing-masing Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang, Kota Yogyakarta, Kota Sabang, Kota Banda Aceh, Kabupaten Kaur, Kabupaten Muko-Muko, Kabupaten Aceh Tengah, Kabupaten Lhok Sumawe, Kabupaten Gorontalo, Kabupaten Sungai Penuh dan Kabupaten Tanah Datar.
Usai pelaksanaan kegiatan yang juga merupakan pembukaan rakernas akuntansi dan pelaporan keuangan pemerintah, Menteri Keuangan Agus Martowardjojo yang langsung menggelar konperensi pers, menyatakan berbagai hal seputar remunerasi yang berujung pada peningkatan pendapatan atau take home pay bagi pegawai negeri sipil.
Dalam kesempatan itu Menkeu turut memberikan apresiasi kepada Sulut. Menurut Agus, saat ditanyakan harian ini tentang penghargaan keuangan bagi daerah, dirinya memberi apresiasi atas apa yang sudah dicapai Pemprop Sulut. “Saya sangat mengapresiasi pemerintah daerah yang menerima WTP, khususnya Sulut yang merupakan satu-satunya propinsi. Moga-moga ini akan memotivasi pemerintah daerah lain,” tukas mantan Dirut Bank Mandiri ini.
Ia juga memastikan bahwa daerah yang berhasil dalam mengelola keuangan akan memperoleh rewards, berupa insentif anggaran bagi daerah tersebut. “Pasti ada, nanti insentif akan diberikan kepada daerah-daerah berpredikat WTP, termasuk Sulut,” tutur Agus lagi. Gubernur Sulut Drs SH Sarundajang (SHS) sendiri saat dihubungi harian ini menyatakan bahwa penghargaan tersebut merupakan penghargaan bagi masyarakat Sulut.
“Ini buat rakyat Sulut,” tukas Sarundajang saat dihubungi via ponselnya. Hal senada juga diungkapkan Kepala Biro Keuangan Pemprop Sulut Praseno Hadi. Menurutnya predikat WTP dapat diraih pemprop Sulut karena adanya komitmen SHS untuk mengelola keuangan secara baik.
“Ini bisa diraih karena pak gubernur juga memiliki komitmen, kalau tidak siapapun karo keuangannya tidak mungkin terwujud,” tukas Praseno yang mengaku masih merupakan staf BPKP. Turut hadir juga dalam kegiatan yang digelar di Hotel Borobudur Intercontinental kemarin itu, Inspektorat Sulut J Karundeng dan Kepala Kantor Pemda Sulut Jakarta Ir Jemmy Kuhu.
Selain pemerintah daerah, sejumlah instansi pusat juga memperoleh penghargaan yang sama (WTP, red), di antaranya KPK, Mabes Polri, BNN, Kementerian Pemuda dan Olahraga serta instansi pemerintah lainnya.
Seperti diketahui, BPK hanya memberikan opini Wajar D-ngan Pengecualian (Qualified Opinion) kepada instansi atau pemerintah daerah yang diaudit. Beberapa daerah atau instansi yang laporan keuangannya dianggap mencurigakan biasanya mendapat opini Tidak Wajar (Adverse Opinion). Opini terburuk adalah jika BPK Tidak Memberikan Pendapat (Disclaimer Opinion). Masing-masing opini diberikan sesuai dengan kriteria tertentu yang ditemukan selama proses audit.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
SHS
Tuesday, July 27, 2010
Manado - Gubernur Sulut Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS), hari ini, Selasa (27/07) sebagaimana yang dijadwalkan akan menerima penghargaan dari Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Penghargaan tersebut diberikan, karena Pemprop Sulut mampu menunjukkan hasil yang baik dalam mengelola keuangan daerah, sehingga Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) memberikan penilaian tertinggi dengan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
“Penghargaan yang akan diberikan Presiden SBY itu, adalah hasil kerja keras Pemprop Sulut, yang telah berupaya mengelola keuangan secara bertanggung jawab, tanpa ada unsur Korupsi Kol-usi dan Nepotisme (KKN),” ungkap Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprop Sulut, Drs Roy Tumiwa MPd kepada wartawan, Senin (26/07) kemarin.
“Penghargaan yang akan diberikan Presiden SBY itu, adalah hasil kerja keras Pemprop Sulut, yang telah berupaya mengelola keuangan secara bertanggung jawab, tanpa ada unsur Korupsi Kol-usi dan Nepotisme (KKN),” ungkap Kepala Biro Pemerintahan dan Humas Setdaprop Sulut, Drs Roy Tumiwa MPd kepada wartawan, Senin (26/07) kemarin.
Sebagai satu-satunya provinsi di Indonesia yang meraih WTP, memang menjadi kebanggaan tersendiri. Karena itu, Gubernur SHS, lanjut Tumiwa mengatakan, bahwa penghargaan tersebut sepe-nuhnya diapresiasikan pada seluruh rakyat Sulut. “Keber-hasilan Pemprop Sulut atas pengelolaan keuangan daerah ini dipersembahkan untuk seluruh rakyat. Sebab, prestasi ini adalah bagian dari partisipasi seluruh rakyat,” jelasnya seraya menambahkan bahwa prestasi WTP harus terus dipertahankan terutama dalam memotivasi kabu-paten/kota yang lain untuk dapat meraih penilaian yang sama dari BPK. “Penilaian WTP akan meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah. Terutama di tengah-tengah kondisi masyarakat yang mulai hilang ke-percayaannya terhadap pemerintah, menyusul banyaknya pejabat yang tersandung kasus-kasus korupsi. “Oleh sebab itu penilaian BPK harus kita pertahankan, antara lain dengan meningkatkan disi-plin. Artinya sekecil apapun dana yang digunakan harus dipertanggungjawabkan,” tandasnya
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
SHS
Friday, July 23, 2010
Pictures: Tomohon Internasional Flower Festival
Float Pematang Siantar (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Kab. Cirebon (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Kab. Bengkulu (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Kab. Tangerang (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Rusia (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Vietnam (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Korea (Courtesy Korea)
Float India (Courtesy Amelia Lontaan)
Float Malaysia (Courtesy Amelia Lontaan)
Labels:
Kota Tomohon
Subscribe to:
Posts (Atom)
