Friday, November 11, 2011

Minut Siap Sukseskan Swasembada Beras 2012

Di Desa Marinsouw Kecamatan Likupang Timur, Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA, Rabu (9/11) kemarin melakukan penandatanganan MoU dengan para camat se-kabupaten Minut untuk peningkatan produksi beras nasional (P2BN).

“Sebagai salah satu daerah lumbung padi, Minut harus mencapai swasembada beras makanya setiap camat yang memiliki peran sentral di wilayah harus mampu meningkatkan produksi beras untuk mencapai tujuan ketersediaan pangan,” imbau Singal kepada 10 camat.

Kesempatan yang sama, Sompie ikut juga membuka pencanangan inseminasi buatan (IB) ternak sapi Kabupaten Minut dalam rangka pencapaian swasembada daging sapi tahun 2014.

“Selain beras daging juga merupakan kebutuhan masyarakat, untuk itu kedua hal ini harus ditingkatkaan demi kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Kadistanakbun Minut Ir Wangke Karundeng menyatakan, penandatanganan nota kesepahaman ini, selain dengan bupati, camat juga harus menyepakati dengan pemerintah desa (Kumtua) terkait Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN).

Program ini, diharapkan bisa lebih menggenjot para petani dan semua pihak untuk terlibat aktif dalam meningkatkan produksi beras dan swasembada daging, sehingga dapat memberikan dampak bagi ketersediaan pangan di masyarakat,” jelasnya.

sumber: www.manadopost.co.id

Rencana Tomohon ke Pasadena Disoroti

RENCANA Pemerintah Kota (Pemkot) Tomohon melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menjadi peninjau Turnamen Bunga Pasadena di California AS, 2 Januari 2012 mendatang, mendapat sorotan tajam DPRD Tomohon.

“Kalau cuma jadi peninjau, buat apa ke Pasadena. Lebih baik anggaran tersebut dialihkan ke pembangunan infrastruktur pariwisata,” tegas Anggota Komisi C DPRD Tomohon Youddy Moningka.

Ditegaskannya, wacana keberangkatan tim Pemkot ke Pasadena hanya akan menghabiskan anggaran yang tidak bersentuhan langsung dengan kebutuhan pariwisata di kota bunga. Apalagi, kegiatan yang akan dilaksanakan di bulan Januari belum sedikitpun dibahas bersama dengan DPRD Tomohon.

“Diingatkan bagi SKPD tidak sembarangan memakai dana APBD ke Pasadena. Apalagi, kalau sepenuhnya dibebankan ke Pemkot Tomohon tanpa kontribusi Kementerian Pariwisata RI,” sambung Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Tomohon ini.

Tomohon dan Pagar Alam akan ikut ke Pasadena hanya sebagai sebagai peninjau bersama-sama dengan rombongan kementerian. Hanya saja, Tomohon tak akan menghadirkan kendaraan hias atau float ,” jelas Kadisbudpar Tomohon Drs Gerardus Mogi.

sumber: manadopost.co.id

Tomohon Siapkan 3 Juta Kuntum Bunga Untuk ToF 2012

Kendaraan Hias (manadotoday.com)
Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan (Distanakan) Kota Tomohon Jimmy Matindas SP mengungkapkan, pihaknya menyiapkan sekitar 3 juta kuntum bunga untuk pelaksanaan Tournament of Flower (ToF) tahun 2012 mendatang.

Tiga juta kuntum tersebut menurutnya, disiapkan untuk sekitar 150 kendaraan hias. Bunga terbanyak yang akan disiapkan adalah krisan yakni sekitar 55 persen, kemudian aster 15 persen, merry gold 5 persen serta 35 persen lainnya bahan kering berupa daun kering maupun kayu-kayu kering.

‘’Pada dasarnya kami sudah siap. Bibit telah disiapkan, tinggal didistribusi ke kelompok-kelompok tani yang akan menyiapkan bunga-bunga tersebut. Untuk menyiapkannya, kami menyesuaikananya dengan masa tanam." ujar Matindas.

Meski begitu, sebelum melaksanakan penanaman, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tomohon tentang peserta yang akan ikut nanti.

‘’Ya, koordinasi ini sangat penting. Siapa tahu pesertanya akan lebih dari 150 float (kendaraan hias, red), sehingga kami perlu menanam lebih banyak. Sebaiknya, jika pesertanya sedikit tentunya jumlah yang akan ditanam akan disesuaikan,’’ tukasnya.

sumber: manadotoday.com

Tuesday, November 8, 2011

Polres Minut Perdalam Kasus CPNS

Munculnya tabir baru mengenai kasus CPNS Minut yang menyebutkan adanya suap atau permintaan uang Rp20-60 juta, terus didalami Polres Minut. Tersangka SM alias Sonny, sudah melaporkan masalah ini ke Polres Minut dan Polda Sulut sekira pukul 10.30 Wita untuk menelusuri jelas siapa yang mengirimkan pesan di Facebook itu, yang menuliskan Asisten 1 Marthino Dengah SH, menerima uang. Kasus ini sendiri cukup menghebohkan dan menjadi buah bibir sejumlah kalangan PNS Minut. Dalam laporan, Sonny mengungkapkan, jika dirinya sudah tidak pernah membuka facebook sejak Desember 2010. 

Apalagi mengirimkan pesan di akun jejaring sosial tersebut. “Ini merupakan ulah hacker, saya tidak pernah memposting pesan seperti itu dan mengirimnya ke facebook, bisa saja ini merupakan cyber crime,” jelas Sonny. Terkait, temuan baru dalam kasus CPNS Minut 2010, ketika dikonfirmasi Kapolres Minut AKBP Anis Viktor Brugman Sik melalui Kasat Reskrim AKP Herry Kandati mengatakan, soal benar tidaknya pengiriman pesan melalui facebook itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan lebih dalam. “Ini merupakan fakta baru, dan pihak kepolisian serius mengungkap masalah ini,” jelas Kandati, kemarin.

Petani Bunga Tomohon Terima Bantuan Mobil Cool Box

Penyerahan Mobil Cool Box
sumber: manadotoday.com
Pelaksana Tugas (Plt) Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak Senin (7/11) menyerahkan bantuan berupa Mobil Cool Box kepada petani bunga yang ada di Kota Bunga Tomohon. Bantuan diterima Yanny Lasut, Ketua Asosiasi Tanaman Hias.

Mobil Cool Box itu sendiri nantinya akan digunakan oleh petani bunga terutama pada saat pemasaran.

Gunanya untuk menjaga agar bunga yang dipasarkan bisa terus segar sampai ke tempat tujuan. ”Kiranya ini bisa membantu petani bunga untuk memasarkan produksi bunga nanti,” tukas Eman.

Mobil itu sendiri merupakan bantuan dari pemerintah Provinsi Sulawesi Utara diserahkan Kadis Pertanian dan Peternakan Sulut Ir J.H. Panelewen. sumber: www.manadotoday.com

Thursday, October 27, 2011

Pelaku Pemerkosa Ladie Pub Ditangkap

Satu dari empat pelaku pemerkosaan sadis seorang Ladies Pub di Karombasan pada 8 Oktober lalu ditangkap. Mario Sondakh (18) ditangkap tim khusus Buser Polda di rumahnya, Selasa (25/10) kemarin, sekira pukul 14.00 Wita. Ia juga harus menerima dua timah panas bersarang di kaki sebelah kanan, karena mencoba melarikan diri saat disergap. Mario diburu timsus Buser dari rumah tantenya di Desa Sukur, Airmadidi. Ia baru dibekuk di rumahnya di Kelurahan Ranotana Weru, Lingkungan VIII, Kecamatan Wanea. Dir Reskrim Polda Kombes Pol Jefry Viktor Lasut saat dikonfirmasi membenarkan penangkapan ini. Mario juga telah mengakui perbuatan keji tersebut sekaligus membenarkan bahwa ia adalah orang pertama yang melakukan pemerkosaan di dalam mobil. Meski demikian Mario mengaku bahwa ia dan teman-temannya tidak memerkosa ladies pub tersebut. “Dia torang ada bayar dua juta,” ujarnya di Polresta Manado. Sementara itu Bunga yang dimintai keterangan di Polresta, mengatakan saat dia melarikan diri para tersangka datang ke tempat bekerjanya. Dan mereka membujuk korban dengan membayar Rp2 juta agar tidak melapor ke Polisi. “Dorang ada bilang pa kita pe tamang mo kase dua juta supaya kita nda mo lapor. Mar kita nimau. Abis itu dorang ancam mo kase sebar itu rekaman pemerkosaan kalo kita molapor,” tuturnya. Bunga kemudian membeber bagaimana ia dieksploitasi layaknya film-film porno. Selain aksi tersebut direkam kamera ponsel, ia diperlakukan layaknya budak seks. Saat diperkosa, Bunga mengaku harus melakoni adegan seks 2 lawan 1. Tak sampai situ, Bunga juga membeber bahwa empat pelaku yang memerkosanya memiliki alat kelamin berukuran jumbo. “Pokoknya ndak brenti dari jam 3 pagi sampe jam 12 siang dorang bage pa kita,” ujarnya blak-blakan. Bunga kemudian berharap agar tiga pelaku yang lain segera ditangkap dan dihukum seberat-beratnya. Ia juga memperlihatkan bekas tikaman benda tajam di dahi dan pahanya. “Bukan dia (Mario, Red) yang tikam,” tutur perempuan asal Amurang ini sambil menunjukan bekas tikaman. Diketahui, Bunga yang kost di Malalayang diculik saat pulang kerja pada Sabtu (8/10) beberapa waktu yang lalu. Kemudian diperkosa secara bergilir dari pukul 02.30-12.00 Wita, oleh empat orang di salah satu rumah pelaku di Karombasan. Ia baru bisa menyelamatkan diri sekira pukul 18.00 Wita saat empat pelaku sedang tidur. “Kita lompat dari jendela waktu itu tanpa pakaian dalam,” tutur perempuan 18 tahun ini. sumber: www.manadopost.co.id

Monday, October 24, 2011

Gereja Setan Marak di SULUT

Keberadaan dan perkembangan aliran sesat yang mengklaim nama mereka Gereja Setan (GS) di daerah ini, sudah sangat mengkhawatirkan. Apalagi dengan ditemukannya video rekaman yang diberikan kelompok Trisula (yang memerangi GS). Dimana, dalam video tersebut pengakuan mantan Jendral aliran sesat se-Asia yang bernama Ronny Mantiri. Mantiri mengaku, keberadaan GS sudah dilakoni mereka sejak lama. Bahkan menurutnya, Sulut ditargetkan menjadi basis untuk penyembahan terhadap setan. ‘’Kami targetkan Sulut jadi basis di Asia,” kata Ronny dalam video berdurasi lebih dari 30 menit itu. Diceritakan Mantiri, sejak mengikuti aliran sesat, dirinya sudah banyak melakukan berbagai cara untuk menambah para pengikut. Bahkan sebagian anggota, telah mereka sebar ke setiap gereja dan di kegiatan-kegiatan Kebaktian Kebangunan Rohani (KKR). ‘’Setiap gereja sudah disusupi, tapi kami juga melihat gereja yang menjadi sasaran mana yang betul-betul melakukan ibadah dan mana yang tidak. Lebih menakutkan lagi, dalam video itu dia sebutkan, bahwa para pengikut aliran sesat ternyata menyusup sampai ke ibadah-ibadah KKR yang dilaksanakan di Manado dan sekitarnya. Lebih gila lagi, mereka menyusup untuk menguji pendeta yang memimpin KKR. Ketika KKR, jemaat yang hadir biasanya dipanggil maju oleh pendeta untuk maju ke depan. Siapa di antara kalian mempunyai beban berat? Saat itu juga kami maju. Tidak semua orang dapat melihat cahaya di kepala kami, kecuali bila ada pendeta yang mempunyai ikatan kuat dalam iman yang mampu melihat cahaya kami,’’ ujar Mantiri. “Kami disuruh membunuh dengan cara mencari kelemahan emosional pendeta atau mereka yang coba menghalangi niat penyebaran gereja setan,” jelasnya. Melihat pengakuan Mantiri dalam video itu, menandakan aliran sesat di daerah ini sudah sangat mengkhawatirkan. Namun menurut Pdt Johan Manampiring, masyarakat tidak perlu takut. Tingkatkanlah iman kepada Tuhan dengan cara lebih rajin lagi baca Alkitab. Ia mengakui bahwa gereja setan itu tetap ada. Dan kuasa iblis itu ingin memanipulasi firman bahwa kepuasan dunia itu adalah suatu kebenaran. Yang memuaskan tubuh, emosi, daging, hawa nafsu dengan menghalalkan segala cara. “Iblis bekerja karena penghakiman baginya oleh Tuhan Yesus semakin dekat. Soalnya kiamat kan semakin dekat,” ujar Pdt Manampiring. Karena itu, Pdt Manampiring mengimbau kepada generasi muda untuk selalu rajin membaca Firman, rajin berdoa agar memiliki kemampuan membedakan mana yang baik dan mana yang jahat. Mana yang menyenangkan untuk kemuliaan Tuhan dan mana yang hanya sebagai hawa nafsu kedagingan. “Khusus orang beriman pertama, jangan termakan ajaran setan yang mengantar orang menuju kebinasaan,” ujar Pdt Manampiring. Ia menjelaskan dalam Alkitab jelas dikatakan bahwa setan atau iblis itu takut pada manusia. Dan bukan sebaliknya. Hal itu dapat dilihat dalam Yakobus 4:7, Injil Markus 16:17, Lukas 10:17-20, yang secara umum mengatakan bahwa iblis takut pada manusia, bahwa tanda-tanda diberikan kepada orang percaya mengusir setan dalam nama Tuhan Yesus dan bahwa iblis telah jatuh dan dikalahkan oleh orang percaya. Namun ia juga mengatakan bahwa kemungkinan juga bisa ditelusuri dalam keluarga. “Bisa saja karena ada masalah keluarga. Sehingga ketika diajak menggunakan kekuatan lain yang dapat menyenangkan hati mereka, langsung diterima begitu saja,” ujarnya lagi sambil menambahkan setiap masalah apapun harus dihadapi dengan iman. Di lain pihak, Wakil Ketua Badan Pekerja Majelis Sinode GMIM Bidang Ajaran, Pendidikan dan Pembinaan Pdt Dr HWB Sumakul mengatakan, peristiwa itu bisa terjadi dan bisa pula menimpa siapa saja. “Kalau percaya kuasa jahat, maka hal itu bisa saja terjadi. Namun iman orang Kristen kan jauh lebih kuat,” ujar Pdt Sumakul. Karena itu juga senada dengan Pdt Manampiring mengingatkan kalau ada kuasa iblis yang terjadi maka harusnya itu dilawan dengan iman. Tetapi menurutnya peristiwa-peristiwa semacam itu bisa juga terjadi karena warisan. “Kalau orang yang belajar ilmu iblis itu bisa memanggil roh orang lain dan roh itu memang datang. Misalnya dalam Perjanjian Lama, Saul meminta roh Samuel yang sudah lama meninggal. Bahkan di zaman sekarang hal seperti itu masih banyak ditemukan,” tambah Pdt Sumakul. Karena itu pula, ia menegaskan agar umat bisa menangkal, melawan semua kekuatan jahat dengan kuat akan iman kepada Yesus Kristus. “Kalau kita mengandalkan Yesus maka iblis tak berani mengganggu kita, bahkan mendekat saja ia akan takut,” ujar Pdt Sumakul. Sebelum itu, seperti yang diberitakan koran ini, keberadaan dan perkembangan aliran sesat yang merekrut kalangan pelajar di Minahasa Utara (Minut), mulai terungkap sedikit demi sedikit. Dimana, sekitar 7 orang siswa di Sekolah Menengah Ilmu Pariwisata (SMIP) Airmadidi, secara tiba-tiba mengalami kerasukan roh jahat saat mengikuti ibadah rutin setiap Jumat di sekolah mereka. Dan aksi kerasukan para siswa berlanjut hingga mereka pulang ke rumah. Salah satunya dialami IM. Kondisi jiwa serta emosi yang labil menjadikan para remaja yang masih duduk di bangku SMA, menjadi sasaran empuk untuk direkrut sebagai anggota baru aliran sesat itu. Bahkan untuk memperbanyak anggotanya, pembawa aliran GS menargetkan sekitar 70 persen siswa SMIP Airmadidi menjadi pengikut mereka. Cara perekrutan siswa di sekolah ini, memang tidak dilakukan secara langsung dan menyeluruh. Awalnya yang direkrut adalah Viktor, salah satu siswa SMIP yang tinggal di Desa Tontalete Kecamatan Kauditan. Agar aliran ini lebih berkembang, Viktor pun dipasang sebagai jenderal untuk merekrut teman-teman sebayanya yang umumnya perempuan menjadi anggota. “Waktu itu Viktor yang merupakan teman sekolah pegang tangan tapi disuruh lihat matanya, dan dari situ seperti aneh yang terjadi,” jelas salah satu pengikut yang tidak mau dikorankan namanya. Menurut informasi warga Tontalete, Viktor saat ini sudah didoakan di Daerah Tondano agar terlepas dari aliran sesat itu. Sebagai pengikut mulai berubah gaya hidup, dimana mereka tidak lagi pernah melakukan ibadah-ibadah rutin tapi mereka selalu melakukan hal-hal menyimpang di luar ajaran agama. Sejauh ini, ada kelompok Trisula yang mencoba menjadi pemberantas aliran sesat itu, dan sejauh ini mantan pengikut LW sudah bergabung dengan mereka. “Kami melihat fenomena aliran sesat ini mulai marak berkembang di Minut, dan untuk melawan mereka kami sudah mempunyai ilmu penangkal yang kami pelajari dalam kelompok Trisula. Perlu diketahui kelompok kami Trisula ini bukan sebagai dukun tapi kami juga mengandalkan Allah Tritunggal,” ujar seorang wanita salah satu anggota Trisula, yang enggan namanya dikorankan. Lebih lanjut diceritakannya, waktu menarik LW, dilihat karena anak ini sudah melakukan hal-hal yang tidak wajar. Setelah didekati ternyata benar, dia sudah terlibat aliran sesat, dan saat itu langsung saja dia diobati dengan cara melawan ilmunya yang ada, dan sebagai Trisula akhirnya mampu menarik LW. Sejauh ini pengikut Trisula sudah mencapai puluhan orang dan pengikut aliran sesat yang kami sembuhkan sudah banyak. Tapi kasus aliran sesat di Minut ini menjadi pekerjaan serius bagi kami untuk mengusut tuntas, sehingga ritual mereka itu bisa terbongkar dan banyak jiwa yang bisa kami selamatkan,” ujarnya yang saat itu mendampingi LW. Sejumlah warga yang sudah mendengar aksi para pengikut aliran sesat di Minut, merasa takut sebab secara fisik aliran itu sudah merusak kondisi anak muda di Minut, makanya diminta agar masalah ini cepat diselesaikan sehingga tidak membahayakan bagi kawula muda di Minut. “Kami minta masalah ini cepat diusut dan diselesaikan, karena kalau lebih lama lagi, berapa banyak korban anak sekolah yang akan mereka rekrut,’’ harap sejumlah warga. Aparat kepolisian sendiri sudah melakukan penyidikan. “Polisi sangat hati-hati, dikarenakan untuk mengidentifikasi para pengikut aliran sesat ini sulit, tapi juga saksi mata dan bukti sudah dikumpulkan,” ujar Kapolres Minut AKBP Anis Viktor Brugman SIk melalui Kasubag Humas AKP K Sasombo. sumber: www.manadopost.co.id

Tuesday, October 18, 2011

Monday, October 10, 2011

Kasat Pol PP Bogor, Pingsan Saat Membubarkan GKI Yasmin Beribadah

Tindakan Satpol PP (Pamong Praja) Kota Bogor untuk membubarkan Jemaat Gereja Kristen Indonesia (GKI) Taman Yasmin yang sedang beribadah di trotoar Minggu (09/10) kemarin, diwarnai insiden. Kepala Satpol PP Bambang Budiyanto saat berupaya memindahkan paksa jemaat GKI, terjatuh dan sempat pingsan sehingga dilarikan ke rumah sakit. Bambang setelah siuman menuduh dirinya dipukul oleh seorang anggota Jemaat GKI. “Pelakunya saya kira salah seorang Jemaat GKI. Kejadian ini akan dilaporkan ke Polres,” kata Bambang di RS Karya Bhakti. Namun Juru Bicara GKI Yasmin Bona Sigalingging membantah pelaku pemukulan adalah jemaat gereja. “Waktu chaos itu, dia dan anak buahnya yang mendorong-dorong kami. Kemudian terjatuh sendiri, bukan karena ada anggota kami yang memukul,” katanya. Jemaat GKI Taman Yasmin bahkan mengadukan balik Bambang Budianto karena dianggap telah menghalangi orang untuk beribadah. Aktivis Jemaat GKI Taman Yasmin, Jayadi Damanik, menjelaskan dirinya membantah telah memukul Bambang Budianto. Menurut dia, saat itu Bambang Budianto berada di sampingnya. Bambang berusaha untuk membubarkan kebaktian yang sedang berlangsung di trotoar. “10 menit setelah ibadah dimulai, Pak Bambang berteriak kebaktian tidak bisa dilanjutkan dan berteriak ‘bubar! bubar! bubar, pokoknya tidak bisa!’” kata Jayadi. Jayadi menjelaskan, akibat teriakan Bambang, petugas Satpol PP yang berada di belakang Bambang mulai mendorong jemaat, termasuk Bambang, yang terkena tubuhnya. Akibat terkena dorongan badan Bambang, Jayadi kehilangan keseimbangan, lalu berusaha menarik tangan Bambang untuk mengestabilkan tubuhnya. Namun, dari belakang ada tangan yang merangkul ke leher dan menarik dirinya hingga jatuh dan tertimpa badan Bambang. “Saya pegang beliau, namun ada yang tarik saya dari belakang, saya jatuh dan dia juga jatuh. Jam tangan saya rusak dan kaki saya terkilir sampai sekarang,” katanya. Sementara Kepala Polres Bogor Kota Ajun Komisaris Besar Hilman mengatakan pihaknya langsung menindaklanjuti tindak kekerasan yang terjadi. “Pelakunya segera kami usut dan ditindak sesuai dengan hukum,” ujar dia. Seperti diketahui, Jemaat GKI beribadah di trotoar karena memang mereka tidak ingin dipindahkan dari gedung gerejanya yang telah disahkan lewat MA. Sayangnya, Pemkot Bogor bersikeras mereka harus dipindahkan meski sudah mengantongi perizinan. sumber: www.hariankomentar.com

Wednesday, July 6, 2011

Salendu dan Roring (Masih) Permasalahkan Jempol Vicky-Ai

Sorotan terhadap kinerja plus gaya berfoto yang sering diperagakan Walikota Vicky Lumentut dan Wawali Harley Mangindaan (Vicky-Ai), rupanya belum berhenti mengalir disuarakan anggota dewan. Setelah sebelumnya dilontarkan Ketua Komisi C Franklin Sinjal, kali ini dua pentolan Fraksi Partai Golkar di DPRD Manado masing-masing Ronald Salendu dan Deasy Roring, juga melontarkan kritikan pedas menilai kualitas kerja elit pemerintah kota.

“Saya meminta Vicky-Ai stop dulu mengacung-acungkan jempol saat difoto. Ini karena tidak konteks bila disesuaikan dengan kondisi permasalahan yang dihadapi masyarakat Manado sekarang ini. Atasi dulu krisis bensin, baru angkat-angkat jempol,” koar Onal kepada wartawan di Kantor DPRD Manado, Selasa (05/07).


Onal mengatakan, gaya jempol sebagai tanda sesuatu yang hebat, kurang pantas ditunjukkan Vicky-Ai saat difoto, ketika Kota Ma-nado masih diselimuti segudang permasalahan sosial. “Sekarang antrian kendaraan di pompa bensin belum dapat diatasi pemerintah. Begitu juga dengan masalah kemacetan dan masalah sosial lainnya. Vicky-Ai sebagai top eksekutif sepantasnya memikirkan masalah ini, minimal memberikan solusi agar masyarakat keluar dari kesengsaraan ini,” tegas tokoh pemuda Kota Manado itu. Dia mengatakan, hal-hal praktis yang seharusnya dilakukan elit pemkot yakni dengan membentuk tim khusus sekaligus melakukan class action untuk membawa Manado keluar dari permasalahan krisis bensin yang berkepanjangan. “Ini sudah menjadi sejarah baru, di mana Kota Manado mengalami krisis BBM berkepanjangan. Sudah hampir tiga bulan masalah bensin tak kunjung teratasi,” nilainya.

Apa yang dilontarkan Onal tadi, turut diamini Legislator Komisi D, Deasy Roring. Bahkan Deasy mengaku geli ketika melihat Vicky-Ai yang sering berpose jempol saat difoto, padahal masyarakat saat ini sedang dililit dengan berbagai persoalan. “Lebih enak tuh kalau Vicky dan Ai mendapat jempol dari masyarakat, bukannya angkat-angkat jempol sendiri. Jadi ketika masyarakat mengacungkan jempol untuk keduanya, itu berarti masyarakat puas dengan kinerja mereka,” tegas Deasy sambil meminta wartawan mengabadikan dirinya dengan gaya mengacungkan jempol terbalik. Sebelumnya, Walikota Vicky Lumentut menyatakan menerima kritikan dan sorotan yang disampaikan para legislator secara bijaksana dengan mengajak untuk melakukan pembenahan-pembenahan ber-sama. Begitu pun dengan Wawali Harley Mangindaan.


Bahkan Ai, sapaan akrabnya menjelaskan bila jempol yang menjadi andalannya saat difoto, menandakan pemerintah kota siap mengatasi permasalahan dan untuk melengkapi kekurangan. Selain itu, jempol juga mengandung arti bila pemerintah siap mengamankan program yang ada, terutama dalam mensejahterakan masyarakat. 

“Dan yang utama, jempol itu menunjuk ke atas yang berarti dalam melaksanakan tugas sebagai pimpinan daerah, kami selalu mengandalkan yang di atas. Kami mengandalkan Tuhan,” ulasnya mengartikan gaya jempol yang belakangan mulai dipolemikkan. Sedangkan sejumlah kalangan termasuk akademisi, menilai kinerja yang telah dilakukan walikota dan wawali selama ini sudah maksimal.


sumber: www.hariankomentar.co.id

Friday, July 1, 2011

Sinjal Protes Pose Ai Gaya Jempol

Kritikan super pedas yang disampaikan Ketua Komisi C DPRD Kota Manado, Franklin Sinjal SH MH terhadap ke-pemimpinan Vicky Lumentut dan Harley ‘Ai’ Mangindaan, ternyata mendapat support dari kalangan anggota dewan, tak terkecuali sejumlah PNS di Pemkot Manado. Menurut mereka, sebagai walikota dan wakil walikota, Vicky-Ai ha-rus siap menerima kritikan tersebut.

“Ini kritikan yang positif. Terutama untuk Ai, kritikan atau pun sorotan dari Franklin Sinjal itu, adalah hal yang baik untuk melatih mental dan sikap beliau sebagai wakil walikota. Selama ini kan Ai hampir belum pernah dikritik soal kinerjanya. Nah, apa yang dikemukakan Sinjal itu saya rasa harus dicermati oleh Ai, apalagi kritikan itu berdasarkan fakta dan tidak mengada-ada. Menjadi seorang birokrat, harus siap dikritik,” cetus salah satu PNS dengan jabatan kepala seksi di Pemkot Manado, (30/06) kemarin.

Selain PNS, support juga datang dari wakil rakyat terhormat, Benny Parasan. Menurut Parasan, kritikan yang disampaikan tersebut merupakan suatu bentuk masukan positif untuk kepemimpinan Vicky-Ai ke depan.
Sementara, Fanklin Sinjal SH MH mengatakan, kritikan yang dilontarkannya itu, tak hanya akan disampaikan lewat media massa saja. Sinjal mengaku jika ada kesempatan dalam sidang paripurna nanti, koreksi dan kritikan itu akan disampaikannya lagi secara langsung.

“Kita akan ketemu dalam paripurna. Nah tunggu saja, saya akan sampaikan langsung. Kritikan saya ini mendasar kok, bukan mengada-ada,” tegas Sinjal, (30/06) kemarin. Politisi Golkar ini sendiri sebenarnya sempat melempar kritikan soal pose jempol Vicky-Ai, saat rapat hearing bersama warga Boulevard terkait program pembangunan jalur hijau kota, kemarin. Saat itu, Sinjal menyindir gaya pose Vicky-Ai yang sering mengacungkan jempol, padahal Manado sedang diperhadapkan pada permasalahan kota yang serius. “Sudah dua bulan antrian bensin belum teratasi. Nah coba jo ba pose sambil angkat jempol di pompa bensin. Hal-hal seperti inilah yang seharusnya diperhatikan walikota dan wakil walikota. Rakyat sekarang stres dengan masalah antrian bensin. Apalagi untuk mereka yang berprofesi sebagai sopir angkot. Ini hanya satu contoh permasalahan, belum lagi soal macet, soal PKL di pusat kota dan sebagainya,” tukas Sinjal sembari mengaku pernah merasakan kegundahan saat antri di SPBU lantas tiba-tiba bensin kosong begitu gilirannya.

Ai Beri Kesan Lain, Vicky Tanggapi Positif Sorotan Sinjal


Sikap low profile dan gentle man ditunjukkan Walikota Dr Ir GS Vicky Lumentut SH MSi DEA, menanggapi sorotan pedas Ketua Komisi C Franklin Sinjal SH MH, yang menilai pemerintahan saat ini tidak berarah. Kepada wartawan, walikota pilihan rakyat ini mengaku apa yang dikemukakan Sinjal adalah suatu hal yang positif dan wajar-wajar saja.

“Itu bagian dari masukan dan koreksi untuk pemerintah. Saya terima kritikan itu, asalkan kita mau sama-sama membangun dan memajukan kota kita tercinta,” jawab Vicky melalui telepon selular saat dihubungi, tadi (30/06) malam. Ketua Demokrat Sulut terpilih itu mengakui jika pemerintahan yang dipimpinnya, masih harus melakukan pembenahan-pembenahan diberbagai lini. “Dan pembenahan itu sementara berproses, perlahan namun pasti. Menuju ke arah itu, dibutuhkan kerja sama dari semua pihak, termasuk kalangan dewan dan masyarakat,” ujar Vicky dengan tenang. Sementara, soal permasalahan bensin, Vicky mengatakan bila pemerintah tidak menutup mata soal itu. “Sudah ada tim yang kita bentuk dan koordinasi terus kita lakukan bersama pihak Pertamina,” jelasnya. Wakil Walikota Manado Harley AB Mangindaan SE MSM ternyata menyikapi lain kritikan Franklin Sinjal. Wawali enerjik ini terkesan tidak menerima. “Saya gak terima bro’. Seharusnya dikonfirmasi dulu. Mar biar jo,” tulis Ai melalui layanan blackberry messenger (BBM) dengan wartawan, siang (30/06) kemarin. Sayang, ketika dimintai klarifikasinya, Ai tak merespons chatting lanjutan wartawan. Meski begitu, sejumlah kalangan menilai pemerintahan Vicky-Ai secara step by step telah menunjuk-kan perubahan bagi Kota Manado. Itu di antaranya digalakkan kembali perda tentang Kebersihan, dinaik-kannya insentif untuk kepala lingkungan dan tokoh-tokoh agama, serta program car free day yang dinilai sangat bermanfaat dan tak terkecuali menciptakan birokrasi pe-merintahan yang tak berbelit serta bebas dari praktik-praktik korupsi.

sumber: www.hariankomentar.com

Thursday, April 14, 2011

Ratusan Ayam Mati Mendadak di Manado, Dipastikan Tidak Terserang Flu Burung

Sekitar 100 ekor ayam kampung di Kelurahan Taas Kecamatan Tikala, Manado, Rabu (13/04) dilaporkan mati. Kematian yang berlangsung dua pekan terakhir, menurut kepala lingkungan II, hanya dianggap biasa oleh masyarakat. Namun setelah membaca berita di media massa tentang mewabahnya flu burung, barulah disampaikan kepada lurah.

Selanjutnya, lurah melaporkan ke instansi terkait dalam hal ini Dinas Pertanian (Distan) Kota Manado. Tim yang dipimpin Ir Vouke Komansilan Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) Distan Manado langsung turun lapangan untuk mengecek informasi tersebut.

Setelah tiba di lokasi, tim Distan Manado yang didukung satu orang dokter hewan, ditambah dua dokter lainnya dari Balai Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesmavet Dinas Pertanian dan Peternakan Sulut, langsung melakukan pemeriksaan cepat atau rapid test terhadap ayam-ayam yang telah mati.

Hasil pengetesan yang dilakukan, ternyata tidak mengarah ke flu burung yang dibawa oleh virus avian influenza (AI). Namun menurut dokter hewan Nyoman Reli, gejala penyakit flu burung hampir sama dengan tetelo atau pun ende. Hanya saja, untuk memastikannya, perlu pemeriksaan laboratorium.

“Virus AI ini memiliki karak-teristik yang mampu beradap-tasi dengan suatu daerah. Ji-ka di daerah lain ditemukan flu burung dengan ciri-ciri yang umum, bisa saja di daerah lain ciri umum itu sudah berubah, untuk menyesuaikan dengan kondisi di mana virus itu berkembang,” jelasnya

Pemeriksaan di lapangan, jelas Nyoman Reli, merupakan langkah cepat dalam mengambil tindakan, agar penyakit tersebut tidak menyebar, apa-lagi sampai menjangkiti manusia. “Rapid test hanya bisa dilakukan pada hewan yang telah mati,” jelasnya.

“Jadi intinya, ayam-ayam yang mati ini bukan karena penyakit flu burung, karena setelah tes awal tidak menunjukkan gejala seperti itu. Kemungkinan penyakit ini tetelo atau ende, tapi bukan flu burung,” jelas Nyoman Reli di hadapan Lurah Taas, pala dan aparat kelurahan lainnya serta tim Distan.

Meski demikian, aparat kelurahan diingatkannya agar menyampaikan informasi tersebut kepada masyarakat dan tetap waspada dengan flu burung. “Jangan sembarang memasukkan ayam dari luar ke sini, apalagi yang berasal dari Gorontalo. Kalau ada gejala-gejala keanehan, segera laporkan untuk secepatnya ditangani,” pungkasnya.

Selanjutnya, usai action di Taas, tim tersebut langsung menuju ke Kentucky Fried Chicken (KFC) Megamall untuk melakukan pengetesan terhadap bahan baku ayam yang ada. Tim diterima Manajer Restoran KFC M Subhan dan sesudahnya, dibuat laporan telah dilakukan pemeriksaan.

Sedangkan Kamis (14/04) hari ini, tambah Komansilan, tim yang sama masih akan melanjutkan pengecekan lapangan di beberapa lokasi di Kota Manado, terutama yang menjadi kantong-kantong pemotongan dan penjualan ayam. “Jadi bertahap dan kami masih akan turun lagi besok (hari ini, red), karena tidak bisa semua tempat sekaligus dilakukan pemeriksaan,” terangnya.

Sementara itu, wilayah penyebaran virus H5N1 di Kota Kotamobagu, mulai meluas. Jika awalnya ditemukan ha-nya di Desa Kopandakan I Kecamatan Kotamobagu Selatan dan Pasar Serasi, di Kelurahan Gogagoman Kecamatan Kotamobagu Barat, kini bertambah tiga lokasi baru lagi.

Informasi yang dilansir Komentar sampai, Rabu (13/04) sore kemarin, tiga lokasi baru tempat ditemukannya virus H5N1 itu masing-masing di Kelurahan Upai dan Biga di Kecamatan Kotamobagu Utara, serta di Desa Poyowa Besar I Kecamatan Kotamobagu Selatan.

Terkait dengan itu, pihak Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Propinsi Sulut langsung mengeluarkan SOP (Standar Operasional Prosedur). SOP ini ditujukan kepada DP4K-KP (Dinas Pertanian Peternakan Perikanan Perkebunan Kehutanan dan Ketahanan Pangan) Kota Kotamobagu. Mengingat, perkembangan virus ini di Kotamobagu sudah mengarah kepada Avian Influenza (AI).

Demikian diungkapkan Kepala Bidang Peternakan dan Perikanan Darat DP4K-KP Kotamobagu, Ir Nurahim P Mokogoagow, Rabu (13/04) kemarin. “Sambil menunggu hasil peneguhan diagnosa oleh Balai Besar Veteriner Maros yang akan diumumkan dua atau tiga hari ke depan, instansi kami diminta melakukan tindakan pengendalian dan pemberantasan terhadap penularan virus AI,” tandasnya.

Caranya? Menurut Mokoagow, ada sejumlah metode yang dimintakan untuk diterapkan. Antara lain, menerapkan biosecurity secara ketat terhadap keluar-masuknya unggas ke Kotamobagu.
“Selain itu, melakukan pemusnahan terhadap unggas yang tertular dengan cara membakar lalu menguburnya dalam radius 1 kilometer,” tegas Papa Dea, sapaan akrab Nu-rahim Mokoagow.

Kemudian, lanjut dia, melakukan tindakan disinfeksi terhadap seluruh bahan, peralatan, kendaraan dan manu-sia yang telah kontak dengan unggas tertular, melakukan pengawasan ketat terhadap tempat-tempat yang berpotensi menjadi sumber penularan AI.

“Juga, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang tata cara pemeliharaan unggas secara benar melalui sistem pengandangan yang benar, melakukan pembersihan kandang secara teratur serta melakukan desinfeksi secara teratur,” ungkap Papa Dea.

Ia pun berharap adanya kesadaran dan kerja sama dari seluruh komponen masyarakat. “Mengingat tindakan yang dilakukan pemerintah saat ini, yaitu untuk kepentingan dan keselamatan seluruh warga Kota Kotamobagu, tanpa terkecuali,” pungkasnya.

Sementara itu, Sekprov Sulut, Ir Siswa Rahmat Mokodongan menyatakan prihatin atas munculnya kasus flu burung di Kota Kotamobagu dan beberapa daerah di Bolmong raya. Karena itu, ia pun meminta kepada Pemkot Kotamobagu, untuk segera mengambil tindakan tegas guna meredam makin meluasnya penyebaran virus mematikan tersebut.

Thursday, April 7, 2011

Antisipasi Flu Burung, Dinas Pertanian dan Peternakan Provinsi SULUT Berhasil Tangkal Unggas Masuk Sulut

Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Sulut dilapor telah berhasil mencegat masuknya ratusan Ayam dari Propinsi Gorontalo ke daerah ‘Nyiur Melambai’ ini. Tak hanya itu, pasokan telur Ayam pun tak lolos dari cegatan institusi yang dikomandani Ir Johanes Panelewen ini.

Menurut informasi yang diterima, total jumlah Ayam dari Gorontalo yang dicegat di daerah perbatasan pantai Utara (Bolmut) dan pantai Selatan (Bolsel), selama dua hari yakni Senin (04/04) dan Selasa (05/04), sebanyak 280 ekor. Ada juga Itik yang dicegat, berjumlah 2 ekor. Sedang telur Ayam sebanyak 123.330 butir.

Kepala Distanak, Ir Johanes Panelewen seperti dilansir hariankomentar, Rabu kemarin, tak menampik informasi dan data tersebut. “Waktu mendengar informasi bahwa penyakit flu burung sudah menyebar di Gorontalo, kami langsung berkoordinasi dengan instansi terkait di Bolmut dan Bolsel untuk mendirikan pos penga-wasan di pintu-pintu masuk atau perbatasan antara Sulut dengan Gorontalo yakni di pantai Utara dan pantai Selatan. Nah di pantai Utara Bolmut, kami berhasil mencegat masuk 160 Ayam, 2 Itik dan 120 ribu telur Ayam dari Gorontalo. Untuk telur Ayam tersebut diketahui berasal dari Makasar, tapi kami tak mau mengambil resiko karena telah melalui Gorontalo. Ditambah lagi, ratusan ribu telur tersebut tak ada izin untuk dipasok ke Sulut. Sedang di pantai Selatan Bolsel, kami berhasil mencegat 112 Ayam dan 3.330 butir telur Ayam. Ada juga Ayam yang kami musnahkan di tempat sebanyak 8 ekor. Jadi total keseluruhan Ayam dan telur Ayam yang berhasil kita cegat atau tolak masuk Sulut sebanyak 280 ekor dan 123.330 butir, termasuk juga 2 Itik,” urai Panelewen.

Menurutnya, pencegatan Ayam, Itik dan telur Ayam tersebut dilakukan untuk mencegah penyebaran virus H5N1 di Sulut. “Sejauh ini kami belum menerima adanya laporan penyakit flu burung di Sulut. Nah, agar jangan sampai ternak-ternak Ayam kita kena penyakit tersebut maka kami langsung mengambil langkah yakni mencegat Unggas termasuk telurnya dari Gorontalo masuk ke Sulut. Sekaligus juga kami langsung buat berita acaranya,” tandas Panelewen sembari menambahkan, ratusan Ayam, 2 Itik dan ratusan ribu butir telur Ayam yang dicegat tersebut di muat dalam angkutan umum atau bus,” sambungnya mengakhiri.

sumber: www.hariankomentar.com

Thursday, March 31, 2011

Petinju REBC Kembali Membuktikan Ketangguhannya di STE

Kejuaraan Sarung Tinju Emas (STE) yang digelar di Rantau Prapat, Sumut, 22-26 Maret lalu, kembali menjadi ajang pembuktian ketangguhan para petinju Richard Engkeng Boxing Camp (REBC). Tidak tanggung-tanggung, dari sembilan petinju yang dikirim, tujuh di antaranya menjadi juara dan meraih medali emas, satu medali perak, dan hanya satu petinju yang tidak merebut medali.


Pada pertandingan final yang digelar Sabtu malam lalu, hanya Adrianus Salamisi yang gagal meraih kemenangan. Sedangkan tujuh petinju lainnya berhasil mengalahkan lawan-lawannya dan menjadi juara, yaitu Jein Maleong, Apriliani Tombeg, Beatrix Sugoro, Irene Sasihiang, Toar Sompotan, Veronika Nicolaas dan Christiano.

Keberhasilan di STE ini melanjutkan prestasi yang diraih para petinju REBC pada ajang North Sulawesi Boxing Championship (NSBC) yang digelar awal Maret lalu di Manado. Saat itu, sembilan medali emas berhasil direbut para petinju REBC. Pada STE kali ini, dua petinju REBC tidak bertanding, yaitu Vinky Montolalu dan Rafli Langi. Keduanya memang tidak dijadwalkan untuk mengikuti ajang tinju paling bergengsi ini karena dipersiapkan mengikuti kejuaraan di Albania.

Walaupun nantinya hanya Vinky yang akan berangkat karena Rafli terkendala belum memiliki paspor. Jika keduanya tampil di STE, bukan tidak mungkin mereka juga mampu merebut medali emas.

Pemilik REBC, Richard Engkeng menyambut gembira hasil yang diraih para petinjunya. “Saya tentu bersyukur karena ada tujuh petinju kita yang menjadi juara di STE,” katanya.

Hasil ini memang patut disyukuri karena STE ini hanya diikuti oleh seluruh petinju terbaik di Indonesia. Hanya mereka yang pernah menjadi juara yang mendapat undangan untuk mengikuti ajang ini.

Monday, March 28, 2011

Talaud Diguncang Gempa


Menurut informasi yang dirilis oleh BMKG, telah telah terjadi gempa di Kabupaten Kepulauan Talaud. Gempa berkekuatan 5,5 SR terjadi pada pukul 09.03 WITA. Pusat gempa berada pada 72 km tenggara Meloguane dengan kedalaman 31 Km. Menurut BMKG, gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.

Saturday, March 12, 2011

Tsunami Tak Datang, Daerah Reklamasi Jadi Tempat Mesum

Ratusan kios yang berada di kawasan reklamasi tepatnya di bibir pantai di Kota Manado sudah tutup sejak jam 5 sore kemarin atau 1 jam sebelum prediksi waktu tsunami akan menghantam Manado.

Beruntung, tsunami tak datang. Namun, sejumlah kios tanpa pintu itu justru dijadikan sebagai lokasi esek-esek oleh sejumlah pasangan.

Pasca kehebohan yang terjadi akibat pengumuman akan datang tsunami itu, seperti dilansir Tempo Sabtu (12/3) sekitar pukul 2 dini hari waktu setempat, di depan sejumlah kios tampak parkir kendaraan, baik sepeda motor maupun mobil. Anehnya, mobil dan motor yang terparkir hanya berada di depan kios yang sudah gelap gulita.

Suasana di sekitar lokasi sepi karena semua mengungsi dari kawasan pesisir. Namun, dari dalam kios terdengar sayup-sayup suara mendesah. Tak hanya di satu kios saja, suara-suara tersebut terdengar di sejumlah kio yang terdapat kendaraan parkir di depannya.

Kejadian itu luput dari pantauan petugas keamanan di kawasan reklamasi. Semua petugas juga enggan untuk berpatroli karena masih trauma dengan akan datangnya tsunami. “Ya saya disini hanya berdua sama teman. Yang lain sudah pada pulang karena mengungsikan keluarganya. Kalau mau patroli siapa yang jaga pos,” ujar seorang petugas keamanan yang ada di kawasan reklamasi Boulevard itu.

sumber: www.tempointeraktif.com

Peringatan Dini Tsunami Tidak Menghalangi Cinta Dipersatukan

www.kompas.com
Saat hampir semua orang berlari menyelamatkan diri karena peringatan tsunami di Manado, Sulawesi Utara, pasangan anak manusia ini tak beranjak sedikit pun dari tempat mereka berpijak. Mereka adalah Dekky Foke (25) dan Rini Langi (22), yang pada Jumat (11/3/2011) malam tadi melangsungkan resepsi pernikahan di Restoran Jumbo yang terletak dekat pesisir pantai Manado.

Bukan karena ketidaktahuan mereka akan peringatan tsunami, melainkan komitmen mereka untuk sehidup-semati yang membuat mereka tetap tegar untuk melangsungkan resepsi pernikahan yang sesuai waktu yang tertera pada undangan sama persis dengan waktu estimasi terjadinya tsunami di Manado dan sekitarnya.

"Jujur kita panik dan sangat panik waktu dengan info peringatan," ujar Dekky Foke seperti dilansir Tribun Manado seusai resepsi pernikahannya.

Pria yang sehari-hari berprofesi sebagai PNS Pemkot Manado ini mengaku makin panik saat melihat orang-orang berhamburan ke jalan untuk melarikan diri. "Tadi kita pikir ini latihan tsunami untuk persiapan ARF-DiREx, soalnya baru dari gereja sekitar jam setengah enam langsung menuju lokasi resepsi di Jumbo," kata Dekky.

Ia dan istrinya, Rini, akhirnya mendengarkan peringatan tsunami dari radio dan saat itu mereka sudah berada di Restoran Jumbo. "Terus terang kedua pihak keluarga kami sempat berembuk dan untunglah ada teman saya yang mengerti soal hitung-hitungan tsunami, dan teman saya ini memberikan keyakinan bahwa air yang membawa tsunami tidak akan mencapai lokasi pesta," ungkapnya.

Bermodalkan spekulasi, Dekky mengaku berserah pada rencana Tuhan. "Terus terang rencana pernikahan ini kita sudah doakan dan kita yakin Tuhan punya rencana apa pun yang terjadi saat proses pernikahan ini," tuturnya.

Secara manusia, kata Dekky, dia dan Rini rasanya ingin menangis sejadi-jadinya. Apalagi, saat melihat jumlah tamu yang sedikit, padahal sudah pukul 20.00.

Acara pun dimulai pada pukul 21.00 walaupun hampir semua kursi tamu kosong. Dari perkiraan 500 undangan, hanya sekitar 100 orang yang datang. Akhirnya makanan yang disiapkan pun melimpah ruah terhidangkan dan bahkan ada yang tak tersentuh sendok.

"Ini cobaan terberat dan puji Tuhan kita mampu lewati. Mungkin ini bukti kekuatan komitmen dan janji suci cinta kami yang sudah disampaikan di altar gereja tadi," kata jebolan FISIP Unsrat ini.

Rekan Dekky dan Rini, yaitu Altin Tumengkol, Winsi Kuhu, dan Patrice Posuman, mengatakan, momen ini adalah momen bersejarah bagi kedua rekannya ini. "Ini baru bilang pasangan sejati," kata mereka.

Menurut Altin, kehadirannya karena rasa persahabatan dan estimasinya soal tsunami. "Kalau sudah ajal, mau lari ke mana pun tetap tak bisa dihindari. Jadi melihat peluang kecil tsunami Jepang ke Sulut, maka saya putuskan tetap hadiri resepsi teman karena ini sekali seumur hidup," tutur mantan Ketua Senat FISIP Unsrat ini.

sumber: www.kompas.com

Monday, February 14, 2011

Lion Air Ancam Batalkan Pembangunan Hanggar di Manado

Lion Mentari Airlines menyatakan
pembangunan hanggar di Bandara Sam Ratulangi,
Manado , Sulawesi Utara , terancam gagal . Bahkan
proyek senilai US$ 40 juta ini bakal dipindahkan ke
Malaysia .
Direktur Umum Lion Air Edward Sirait mengatakan,
pembatalan itu menyusul permintaan PT Angkasa
Pura I, pengelola bandara Manado , untuk ikut
mengembangkan hanggar itu dengan prosentase
kepemilikan mayoritas. "Kalau tidak, Angkasa Pura
tidak akan memberi akses bandara ke hanggar, "
kata Edward seperti dilansir oleh
VIVanews. com, Senin 14 Februari 2011 .
Lion Air merasa keberatan bila hanggar itu nantinya
dimiliki bersama dengan Angkasa Pura. Sebab,
tujuan Lion tidak lain untuk perbaikan dan
perawatan pesawat -pesawat miliknya. Lion belum
ada rencana mengkomersialkan hanggar itu .
Pembangunan hanggar yang sebenarnya telah
diresmikan Menteri Perhubungan Freddy Numberi
itu telah berjalan dua tahun. Namun, belum ada
titik temu antara Lion dengan Angkasa Pura . " Kalau
permintaannya saham, ini sudah deadlock ,"
katanya.
Lion telah membeli tanah di samping Bandara
Manado seluas 6 hektar. Tanah ini rencananya
akan ditambah hingga menjadi 12 hektar. "Tapi
karena pembangunannya tersendat , perluasan
lahannya kami tunda ," ujarnya.
Selama ini perawatan pesawat Lion dilakukan oleh
Garuda Maintenance Facility. Bertambahnya jumlah
pesawat Grup Lion (Lion dan Wings Air) mendesak
perusahaan ini membuat hanggar sendiri . " Kami
telah menerbangkan 80 pesawat , dan akan
bertambah 20 pesawat hingga akhir tahun,"
katanya.
Mengenai pengalihan ke Malaysia, Edward
mengatakan , ini merupakan salah satu alternatif .
Pemerintah Malaysia telah menawarkan
pembangunan hanggar di Johor Bahru dengan
berbagai insentif yang menarik .
" Kami ditawari tanah dengan harga sewa yang
murah , dan bisa ditingkatkan menjadi hak milik
pada tahun ke 40 ," katanya. " Kami juga dibebaskan
membawa tenaga ahli berapa pun ke hanggar itu."
Sementara itu , pihak Angkasa Pura I belum bisa
dikonfirmasi . VIVAnews .com telah menghubungi
Direktur Utama Angkasa Pura I , Tommy Soetomo ,
namun panggilan telepon genggamnya tidak
diangkat . Begitu juga pesan singkat , juga belum
dibalas .
sumber: viva news

Tuesday, February 1, 2011

SHS Berharap, Ibadah Haji Sekali Saja

Gubernur Sulawesi Utara SH Sarundajang berharap para haji cukup sekali saja menunaikan ibadah tersebut atau tidak berulang-ulang, sehingga kegiatan itu bisa dilakukan oleh mereka yang belum menunaikan haji.

Demikian dikatakan Gubernur Sulut pada pembukaan Rapat Koordinasi Wilayah Gabungan (Rakorwilgab) Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (IPHI) Wilayah Indonesia Timur bagian Tengah, Senin di Manado.

Mantan Irjen Depdagri itu mengatakan, untuk mempertahankan kemabruran haji maka seseorang tidak perlu berulang kali melakukan ibadah haji.

Cukup sekali dalam seumur hidupnya, sambil mengiringinya dengan upaya menjalankan seluruh perintah agama dan memelihara diri dari segala bentuk pelanggaran ajaran agama, kata dia.

"Saya meminta kepada seluruh pengurus dan anggota IPHI, berikanlah kesempatan kepada umat Islam lainnya untuk dapat melaksanakan ibadah haji sebagai rukun Islam kelima di tanah suci Mekkah. Tidak perlu harus berulang-ulang sampai dua atau tiga kali, sebab hukumnya hanyalah sunnah," katanya.

"Di sinilah letak pentingnya penyelenggaraan Rakowilgab IPHI untuk menyamakan visi dan persepsi seluruh komponen IPHI dalam pemahaman kemabruran haji, disamping sebagai sarana evaluasi dan introspeksi terhadap berbagai program yang telah dan akan dilakukan dalam berorganisasi," kata dia.

IPHI diharapkan menjadi motivator, dinamisator dan stabilisator pembangunan dalam kompleksitas kehidupan berjamaah dan bermasyarakat secara utuh.

Menyinggung tentang daftar tunggu (waiting list) para calon jemaah haji, lanjut Sarundajang, sesuai informasi Kementerian Agama RI, kuota pemberangkatan haji setiap tahun sudah begitu panjang, bahkan di beberapa provinsi tertentu sudah berjangka hingga lima tahun ke depan baru bisa mendapatkan kesempatan menunaikan ibadah haji.

Hal ini menunjukan animo dan minat kaum muslimin sangatlah besar, apabila para anggota IPHI diseluruh Indonesia berkerelaan dan mengikhlaskan porsi haji kepada yang belum pernah berhaji, maka itu memberikan peluang cukup besar bagi umat Islam lainnya untuk dapat menunaikan ibadah haji.

Ketua IPHI Sulut, HM Yusuf Otaluwa mengatakan Rakowilgab IPHI Indonesia Timur dihadiri Ketua Umum IPHI Pusat Mayjen (Purn) H. Kurdi Mustofa, para kepala Kementerian Agama (Kemenang) dari lima provinsi, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, Gorontalo dan Sulawesi Utara.

sumber: www.antara.co.id

Soriton Pensiun, Karouwan Plt Sekkab Minahasa

Drs Warouw Karouwan MM akhirnya resmi ditunjuk sebagai Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Kabupaten (Sekkab) Minahasa. Karouwan menggantikan posisi Drs Jan Soriton, dimana mulai hari ini, Selasa (01/02) resmi pensiun atau mengakhiri masa tugasnya sebagai PNS.

Kepala Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Minahasa, Jorry Gumansing kepada wartawan, mengatakan penunjukan Karouwan sebagai Sekkab Minahasa sesuai dengan surat perintah dari Gubernur Sulut, Drs Sinyo Harry Sarundajang (SHS) Nomor 800/190/Sekre/BKD, tanggal 28 Januari 2011.

“Bila tidak ada aral melintang penyerahan nota dinas akan dilakukan Selasa besok, (hari ini, red) pukul 10.00 WITA di ruang sidang Kantor Bupati Minahasa”, kata Gumansing.

Disamping menerima nota dinas sebagai pelaksana tugas, Warouw Karouwan juga masih akan rangkap jabatan sebagai Kepala Dinas  DPPKAD. Sementara itu, Bupati Stevanus Vreke Runtu (SVR) mengatakan, Warouw Karouwan dianggap bisa menjabat. “Ya, Pelaksana tu-gas (Plt), Pak Karouwan. Beliau memang pantas, karena eselonnya layak,” tegas SVR.

Ditanya apakah Warouw Karouwan sekaligus juga akan didefinitifkan?. SVR belum dapat memastikannya, karena proses tersebut berada pada Gubernur Sulut. “Akan berproses di propinsi. Kan, ada tiga nama yang akan ikut di fit and proper test. Kita berharap saja didefinitifkan,” kata SVR.


sumber: www.hariankomentar.com