Komitmen Manajemen PLN Suluttenggo untuk memberdayakan masyarakat di Sulut, Sulteng dan Gorontalo terwu-jud sudah, setelah sebelumnya penerimaan pegawai PLN setingkat D3 dan S1 yang bia-sanya dipusatkan di Jakarta, kini sudah dipastikan dapat dilaksanakan sendiri di PLN Suluttenggo bekerjasama dengan universitas di tiga propinsi tersebut.
Pelamar yang mendaftar pun membludak hingga mencapai 1.200 orang dan mereka akan mengikuti test yang dijadwalkan tanggal 13 Juli 2010 besok.
General Manager (GM) PLN Suluttenggo Ir Wirabumi Kaluti menyatakan kegembiraannya karena pihak manajemen PLN Pusat merestui dilaksanakannya penerimaan pegawai setingkat Sarjana di daerah ini.
Menurut Pak Wira, sapaan akrab General Manager PLN Suluttenggo ini, dengan dilaksanakannya penerimaan di daerah, maka diharapkan banyak anak-anak yang terakomodir masuk dalam BUMN strategis ini. “Saya yakin anak-anak kita mampu, asalkan harus ditopang dengan kerja keras dan mau berusaha untuk maju,” tandasnya.
“Sayang kalau kesempatan emas ini tidak dimanfaatkan dengan baik, karena jarang-jarang hal ini dilakukan. Ba-yangkan saja kalau penerimaannya harus dilakukan di Ja-karta, berapa saja biaya yang harus dikeluarkan oleh calon pelamar, itupun belum tentu lulus. Makanya manfaatkanlah kesempatan yang baik ini,” kata Kaluti dengan pe-nuh semangat membuktikan komitmennya.
Deputy Manajer Herman Mandang, James Metusala dan Aneke Mulyono terjun langsung dalam pelaksanaan tersebut. Bukan itu saja, Manajer SDM dan Administrasi Ir Rochmadi Sudibyo ikut terjun langsung memastikan semuanya berjalan dengan baik.
Menurut Rochmadi yang sebelumnya pernah bertugas di PLN Suluttenggo selama 10 tahun, bahwa sebenarnya diharapkan lebih banyak lagi orang kawanua yang masuk mengikuti seleksi dan diharapkan banyak juga yang bisa diterima. “Ini merupakan bentuk pengabdian PLN bagi daerah ini,” tandasnya. “Mudah-mudahan dari sekian banyak pelamar tersebut, banyak juga yang memenuhi syarat dan bisa menjadi pegawai PLN,” tambahnya.
Namun demikian, baik GM PLN Suluttenggo maupun Manajer SDM merasa bangga dengan animo masyarakat yang tidak menyianyiakan kesempatan ini, sekaligus memberikan apresiasi kepada warga Sulut karena dengan bijak dan mau memahami kondisi kelistrikan Indonesia khususnya Wilayah Suluttenggo serta mengajak masyarakat untuk tetap membiasakan diri berhemat listrik karena dengan berhemat selain hemat biaya, tanpa disadari sebenarnya telah turut peduli dengan sesama yang belum menikmati listrik karena setiap biaya yang ditekan dari penghematan tersebut akan dimanfaatkan membangun infrastruktur masyarakat yang belum menikmati listrik
sumber: www.hariankomentar.com
Monday, July 12, 2010
Netralitas PNS di Mitra Dipertanyakan
Ini mungkin sebuah hal yang luar biasa. Diperoleh informasi, Plt Sekda Mitra Drs Freddy Lendo, yang harusnya menjadi teladan netralitas PNS dalam pemilukada, justru mengeluarkan instruksi agar Seluruh Kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Mitra, harus ikut dalam acara road show dari oknum salah seorang cagub, yang rencanaya digelar Sabtu (10/07) mendatang.
Gawatnya, instruksi tersebut disampaikan Lendo, dalam rapar Dinas/Badan/Kantor, pada Senin (05/07) lalu di Ratahan. “Sekda telah me-nginstruksikan seluruh Kepala SKPD untuk ikut dalam road show yang menggunakan atri-but dari cagub E2L,” ujar sejumlah PNS Mitra kepada harian ini, Rabu (07/07) ke-marin.
Ironisnya, ujar PNS, dalam road show yang mengambil rute Ratahan, Tondano, Tang-gari, Minut, dan Bitung itu, Sekda juga menginstruksikan tenaga honorer untuk mengikuti kegiatan politik dari E2L itu. “Netralitas dari Sekda Mitra benar-benar sangat diragukan. Dan kami minta agar lembaga berwenang bisa menindaklanjuti persoalan ini,” beber beberapa PNS Mitra kemarin.
Menariknya, Wakil bupati Mitra Drs Jeremia Damongilala MSi menyatakan, telah mendapat laporan soal pengerahan pejabat dalam road show salah-satu cagub, dari beberapa PNS di Mitra. Di-mana PNS dan seluruh Kepala SKPD diinstruksikan mengikuti road show pada Sabtu (10/7) mendatang. Menurut wabup, cara seperti ini merupakan pengulangan dari cara-cara Orde Baru yang penuh dengan intrik dan intimidasi, dan merusak tatanan birokrasi pemerintahan yang seharusnya netral.
Kata wabup, dirinya merasa kasihan kepada cagub yang bersangkutan yang pada da-sarnya menunjukkan sikap tidak berdaya dan tidak percaya diri lagi dalam pencalonannya.
sumber: www.hariankomentar.com
Gawatnya, instruksi tersebut disampaikan Lendo, dalam rapar Dinas/Badan/Kantor, pada Senin (05/07) lalu di Ratahan. “Sekda telah me-nginstruksikan seluruh Kepala SKPD untuk ikut dalam road show yang menggunakan atri-but dari cagub E2L,” ujar sejumlah PNS Mitra kepada harian ini, Rabu (07/07) ke-marin.
Ironisnya, ujar PNS, dalam road show yang mengambil rute Ratahan, Tondano, Tang-gari, Minut, dan Bitung itu, Sekda juga menginstruksikan tenaga honorer untuk mengikuti kegiatan politik dari E2L itu. “Netralitas dari Sekda Mitra benar-benar sangat diragukan. Dan kami minta agar lembaga berwenang bisa menindaklanjuti persoalan ini,” beber beberapa PNS Mitra kemarin.
Menariknya, Wakil bupati Mitra Drs Jeremia Damongilala MSi menyatakan, telah mendapat laporan soal pengerahan pejabat dalam road show salah-satu cagub, dari beberapa PNS di Mitra. Di-mana PNS dan seluruh Kepala SKPD diinstruksikan mengikuti road show pada Sabtu (10/7) mendatang. Menurut wabup, cara seperti ini merupakan pengulangan dari cara-cara Orde Baru yang penuh dengan intrik dan intimidasi, dan merusak tatanan birokrasi pemerintahan yang seharusnya netral.
Kata wabup, dirinya merasa kasihan kepada cagub yang bersangkutan yang pada da-sarnya menunjukkan sikap tidak berdaya dan tidak percaya diri lagi dalam pencalonannya.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Birokrasi
Thursday, July 8, 2010
Satpol PP Pegang Senpi, Perlu Dites Kejiwaan
Jakarta
Meski peluang untuk mempersenjatai Satpol PP dengan senjata gas air mata dan senjata bepeluru hampa itu dibuka oleh PP No 6/2010, namun Menteri Dalam Negeri berharap agar senjata itu tidak
diberikan saat ini. Satpol PP masih perlu pembekalan dalam waktu yang tidak singkat.
“Jadi dianggap matang kejiwaan segala macam, baru bisa secara selektif pakai peluru hampa dan gas. Jadi bukan peluru tajam. Jangan diterjemahkan dapat peluru tajam seperti TNI/Polri,” kata Mendagri Gamawan Fauzi usai mengikuti rapat mengenai revitalisasi gerakan pramuka di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (07/07).
Gamawan menjelaskan, pemberian senjata api (senpi) pun tidak akan dipaksakan. “Itu tidak mendesak. Walaupun peluangnya ada, tapi jangan dikasih dulu,” tambah Gama-wan. Menurut Mendagri, senjata itu nantinya tidak akan diberikan secara langsung oleh pemda kepada Satpol PP-nya. Layak atau tidaknya seorang anggota Satpol PP juga harus melalui seleksi yang sangat ketat oleh Kepolisian Daerah setempat.
Selain itu, untuk meningkatkan kematangan Satpol PP, saat ini pihaknya telah menyusun modul tentang pembinaan Satpol PP. Untuk masuk Satpol PP, minimal PNS berpangkat II A dan mendapatkan pembekalan selama 300 jam. Jika ingin menaikkan golongan, anggota Satpol PP harus menempuh pelatihan lagi selama 150 jam dan 100 jam. Modul itu, lanjutnya, diatur dalam Permendagri yang sudah terbit, namun dia tidak menyebutkan nomornya. Selama ini, Satpol PP belum mendapatkan pembekalan seperti itu.
Secara terpisah, Polda Metro Jaya akan mengkaji dasar hukum dan kepentingan Satpol PP dipersenjati. Izin pemberian pistol bagi Satpol PP akan dilakukan dengan selektif. “Dilihat dulu dasar hukumnya apa dan urgensinya. Dan nanti kalau pun diberikan, sangat selektif sekali. Karena, polisi yang diberi izin itu tidak se-muanya, diseleksi dulu,” kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar.
Dikatakan dia, aturan-aturan pemberian pistol yang dapat dijadikan aspek legal akan diteliti. Demikian pula, aspek pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya juga harus dikaji. “Berkaitan dengan penegakan hukum Perda, harus dilihat dulu urgensinya,” ujar dia. Menurut dia, Satpol PP boleh dibekali pistol selama menjalankan tugas menjaga obyek vital.
“Kalau dia diberikan tugas khusus menjaga obyek vital boleh saja. Tetapi, harus sesuai dengan syarat dan ketentuan. Apakah selama ini pada umumnya terkait ketentraman dan ketertiban di mana sela-manya tidak mutlak,” papar Boy.
Sementara itu, rencana untuk memberikan senjata api (senpi) kepada Satpol PP sesuai peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) urung di-lakukan. Aturan itu dibekukan alias belum bisa berlaku.
“Saya sudah komunikasikan dengan beliau (Mendagri) dan beliau setuju untuk tidak di-berlakukan dahulu,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto.
sumber: www.hariankomentar.com
Meski peluang untuk mempersenjatai Satpol PP dengan senjata gas air mata dan senjata bepeluru hampa itu dibuka oleh PP No 6/2010, namun Menteri Dalam Negeri berharap agar senjata itu tidak
diberikan saat ini. Satpol PP masih perlu pembekalan dalam waktu yang tidak singkat.
“Jadi dianggap matang kejiwaan segala macam, baru bisa secara selektif pakai peluru hampa dan gas. Jadi bukan peluru tajam. Jangan diterjemahkan dapat peluru tajam seperti TNI/Polri,” kata Mendagri Gamawan Fauzi usai mengikuti rapat mengenai revitalisasi gerakan pramuka di Istana Wakil Presiden, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Rabu (07/07).
Gamawan menjelaskan, pemberian senjata api (senpi) pun tidak akan dipaksakan. “Itu tidak mendesak. Walaupun peluangnya ada, tapi jangan dikasih dulu,” tambah Gama-wan. Menurut Mendagri, senjata itu nantinya tidak akan diberikan secara langsung oleh pemda kepada Satpol PP-nya. Layak atau tidaknya seorang anggota Satpol PP juga harus melalui seleksi yang sangat ketat oleh Kepolisian Daerah setempat.
Selain itu, untuk meningkatkan kematangan Satpol PP, saat ini pihaknya telah menyusun modul tentang pembinaan Satpol PP. Untuk masuk Satpol PP, minimal PNS berpangkat II A dan mendapatkan pembekalan selama 300 jam. Jika ingin menaikkan golongan, anggota Satpol PP harus menempuh pelatihan lagi selama 150 jam dan 100 jam. Modul itu, lanjutnya, diatur dalam Permendagri yang sudah terbit, namun dia tidak menyebutkan nomornya. Selama ini, Satpol PP belum mendapatkan pembekalan seperti itu.
Secara terpisah, Polda Metro Jaya akan mengkaji dasar hukum dan kepentingan Satpol PP dipersenjati. Izin pemberian pistol bagi Satpol PP akan dilakukan dengan selektif. “Dilihat dulu dasar hukumnya apa dan urgensinya. Dan nanti kalau pun diberikan, sangat selektif sekali. Karena, polisi yang diberi izin itu tidak se-muanya, diseleksi dulu,” kata Kadiv Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Boy Rafli Amar.
Dikatakan dia, aturan-aturan pemberian pistol yang dapat dijadikan aspek legal akan diteliti. Demikian pula, aspek pelaksanaan tugas pokok dan fungsinya juga harus dikaji. “Berkaitan dengan penegakan hukum Perda, harus dilihat dulu urgensinya,” ujar dia. Menurut dia, Satpol PP boleh dibekali pistol selama menjalankan tugas menjaga obyek vital.
“Kalau dia diberikan tugas khusus menjaga obyek vital boleh saja. Tetapi, harus sesuai dengan syarat dan ketentuan. Apakah selama ini pada umumnya terkait ketentraman dan ketertiban di mana sela-manya tidak mutlak,” papar Boy.
Sementara itu, rencana untuk memberikan senjata api (senpi) kepada Satpol PP sesuai peraturan menteri dalam negeri (Permendagri) urung di-lakukan. Aturan itu dibekukan alias belum bisa berlaku.
“Saya sudah komunikasikan dengan beliau (Mendagri) dan beliau setuju untuk tidak di-berlakukan dahulu,” kata Menko Polhukam Djoko Suyanto.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Polisi Pamong Praja,
senjata
Monday, July 5, 2010
Melepas Rindu, Ariel Pangku Luna di Penjara
Senin 28 Juni lalu, Luna Maya menjalani pemeriksaan sekitar 12 jam di Badan Reserse dan Kiminal (Bareskrim) Polri. Luna Maya sempat melepas rindu dengan sang kekasih, Nazriel 'Ariel' Irham di tahanan.
Produser Peterpan, Capung 'Java Jive' yang mengunjungi Ariel saat itu membenarkan bahwa keduanya sempat bertemu dan melepas kangen. "Iya pelukan, tampaknya mereka kangen-kangenan," kata produser Peterpan, Capung saat dihubungi wartawan, Senin 28 Juni lalu.
Capung yang juga turut menjenguk Ariel mengatakan, meski terlihat kangen-kangenan, mereka tidak sampai menangis. Justru Luna terus menerus membesarkan hati Ariel.
"Dia terlihat memeluk dengan penuh rasa," katanya.Luna keluar sekitar pukul 18.50 WIB. Artis berparas indo itu keluar dari pintu utama Bareskrim dengan mengenakan kerudung berwarna merah. Hampir satu minggu setelah kedatangan Luna ke Mabes Polri, Foto yang diperoleh VIVAnews ini diduga diambil pada Senin 28 Juni lalu, atau saat Luna sempat menjenguk Ariel di tahanan.
Dalam foto terlihat, Ariel mengenakan kaos hitam. Sang kekasih, Luna, tampak berbusana merah. Ariel tampak memangku Luna dengan membelakangi sebuah cermin. Foto yang diperoleh VIVAnews ini diduga diambil pada Senin 28 Juni lalu, atau saat Luna sempat menjenguk Ariel di tahanan. Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi keaslian gambar ini.
Saat ini, polisi terus mengusut kasus dugaan video porno yang melibatkan Ariel, Luna Maya , dan Cut Tari . Dari tiga orang itu baru Ariel yang ditetapkan menjadi tersangka.
sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/foto-ariel-pangku-luna-maya-beredar-anve-e45e409e48.html
Produser Peterpan, Capung 'Java Jive' yang mengunjungi Ariel saat itu membenarkan bahwa keduanya sempat bertemu dan melepas kangen. "Iya pelukan, tampaknya mereka kangen-kangenan," kata produser Peterpan, Capung saat dihubungi wartawan, Senin 28 Juni lalu.
Capung yang juga turut menjenguk Ariel mengatakan, meski terlihat kangen-kangenan, mereka tidak sampai menangis. Justru Luna terus menerus membesarkan hati Ariel.
"Dia terlihat memeluk dengan penuh rasa," katanya.Luna keluar sekitar pukul 18.50 WIB. Artis berparas indo itu keluar dari pintu utama Bareskrim dengan mengenakan kerudung berwarna merah. Hampir satu minggu setelah kedatangan Luna ke Mabes Polri, Foto yang diperoleh VIVAnews ini diduga diambil pada Senin 28 Juni lalu, atau saat Luna sempat menjenguk Ariel di tahanan.
Dalam foto terlihat, Ariel mengenakan kaos hitam. Sang kekasih, Luna, tampak berbusana merah. Ariel tampak memangku Luna dengan membelakangi sebuah cermin. Foto yang diperoleh VIVAnews ini diduga diambil pada Senin 28 Juni lalu, atau saat Luna sempat menjenguk Ariel di tahanan. Hingga kini, pihak kepolisian belum bisa dikonfirmasi keaslian gambar ini.
Saat ini, polisi terus mengusut kasus dugaan video porno yang melibatkan Ariel, Luna Maya , dan Cut Tari . Dari tiga orang itu baru Ariel yang ditetapkan menjadi tersangka.
sumber: http://id.omg.yahoo.com/news/foto-ariel-pangku-luna-maya-beredar-anve-e45e409e48.html
Labels:
Infotainment
Thursday, July 1, 2010
Heboh, Video Ariel-BCL Beredar di Manado
SETELAH heboh kasus video porno artis mirip Ariel dan Luna Maya serta Cut Tari, kini isu tak kalah gempar yang banyak dimuat media online adalah seputar isu video porno artis mirip Ariel dan Bunga Citra Lestari (BCL). Menarik-nya, dalam pemberitaan tersebut nama Manado ikut terbawa-bawa. Disebutkan bahwa video ‘Ariel-BCL’ itu telah beredar di ibukota Propinsi Sulawesi Utara.
Pihak Polri lewat Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Zainuri Lubis pun menyatakan, akan mengusut dugaan mengenai video tersebut de-ngan melakukan pendalaman penyelidikan kepada Ariel, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. “Sampai sekarang, tentang info lain, tentunya akan ada penyelidikan. Hari ini, kalau ada temuan video-video, tentunya akan ada penyelidikan lain. Kami akan mendalami Ariel dulu. Kita tunggu saja,” kata Zainuri di Mabes Polri, Rabu (30/06) kemarin.
Zainuri melanjutkan, polisi akan melakukan penyelidikan tentang keberadaan video yang diduga dilakukan oleh Ariel dan BCL itu. Apabila ditemukan adanya gambar-gambar dan video-video lainnya, maka polisi juga akan melakukan pemanggilan sebagai langkah hukum. “Kalau ada gambar tersebut kan harus ada penyelidikan dulu. Nanti akan kami lihat apakah ada tindakan lainnya berupa pemanggilan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Lalu apa tanggapan BCL? Sudah pasti gerah. Tapi selain itu, pihak BCL mengaku penasaran ingin melihat video porno yang katanya sudah beredar di Manado dalam bentuk VCD. “Itu fitnah. BCL tidak pernah dekat dengan Ariel. Kalau pun ada, itu hanya sebatas rekanan kerja saja,” ungkap Dody, Manajer BCL, Rabu (30/06) kemarin.
Dody mengaku sangat kaget mendengar pemberitaan video porno mirip BCL dan Ariel. “Saya juga lagi nyari videonya, kalau cuma katanya, kan bisa jadi fitnah. Fitnah itu kejam banget,” ujarnya. Ia menam-bahkan, “Saya tidak pernah melihat videonya BCL dengan Ariel. Kalau benar saya akan membenarkannya.”
Namun begitu, Dody mendu-kung penyelidikan polisi agar cepat selesai masalah video porno Ariel dan BCL. “Saya sangat mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki video tersebut, supaya pelakunya cepat tertangkap,” katanya.
sumber: www.hariankomentar.com
Pihak Polri lewat Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen (Pol) Zainuri Lubis pun menyatakan, akan mengusut dugaan mengenai video tersebut de-ngan melakukan pendalaman penyelidikan kepada Ariel, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. “Sampai sekarang, tentang info lain, tentunya akan ada penyelidikan. Hari ini, kalau ada temuan video-video, tentunya akan ada penyelidikan lain. Kami akan mendalami Ariel dulu. Kita tunggu saja,” kata Zainuri di Mabes Polri, Rabu (30/06) kemarin.
Zainuri melanjutkan, polisi akan melakukan penyelidikan tentang keberadaan video yang diduga dilakukan oleh Ariel dan BCL itu. Apabila ditemukan adanya gambar-gambar dan video-video lainnya, maka polisi juga akan melakukan pemanggilan sebagai langkah hukum. “Kalau ada gambar tersebut kan harus ada penyelidikan dulu. Nanti akan kami lihat apakah ada tindakan lainnya berupa pemanggilan kepada yang bersangkutan,” ujarnya.
Lalu apa tanggapan BCL? Sudah pasti gerah. Tapi selain itu, pihak BCL mengaku penasaran ingin melihat video porno yang katanya sudah beredar di Manado dalam bentuk VCD. “Itu fitnah. BCL tidak pernah dekat dengan Ariel. Kalau pun ada, itu hanya sebatas rekanan kerja saja,” ungkap Dody, Manajer BCL, Rabu (30/06) kemarin.
Dody mengaku sangat kaget mendengar pemberitaan video porno mirip BCL dan Ariel. “Saya juga lagi nyari videonya, kalau cuma katanya, kan bisa jadi fitnah. Fitnah itu kejam banget,” ujarnya. Ia menam-bahkan, “Saya tidak pernah melihat videonya BCL dengan Ariel. Kalau benar saya akan membenarkannya.”
Namun begitu, Dody mendu-kung penyelidikan polisi agar cepat selesai masalah video porno Ariel dan BCL. “Saya sangat mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki video tersebut, supaya pelakunya cepat tertangkap,” katanya.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Infotainment
Manajer BCL: Pelaku Penyebar Video Porno Segera Ditangkap
JAKARTA - Sekarang giliran Bunga Citra Lestari (BCL) yang gusar karena kabarnya video porno 'Ariel-BCL' telah beredar di Manado. Manajer BCL, Dody, meminta pelaku penyebar segara ditangkap.
"Saya sangat mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki video tersebut. Supaya pelakunya cepat tertangkap," tutur Dody yang dihubungi wartawan, Rabu (30/6/2010).
Kata Dody, sampai sekarang dirinya tidak pernah melihat video 'Ariel-BCL'. "Kalau ada yang punya, coba saya lihat. Kalau benar saya akan membenarkannya," tantang Dody.
Dody menduga ada pihak yang tidak bertanggung jawab dan sengaja melontarkan fitnah. "Saya juga lagi cari videonya, kalau cuma katanya kan bisa jadi Fitnah. Fitnah itu kejam banget," ujarnya geram.
Diberitakan, video porno mirip Ariel dan BCL telah beredar di Manado. Tidak seperti video Ariel sebelumnya yang beredar di internet, video kali ini beredar dalam bentuk VCD dan dijual Rp60 ribu per keping.
"Saya sangat mendukung pihak kepolisian untuk menyelidiki video tersebut. Supaya pelakunya cepat tertangkap," tutur Dody yang dihubungi wartawan, Rabu (30/6/2010).
Kata Dody, sampai sekarang dirinya tidak pernah melihat video 'Ariel-BCL'. "Kalau ada yang punya, coba saya lihat. Kalau benar saya akan membenarkannya," tantang Dody.
Dody menduga ada pihak yang tidak bertanggung jawab dan sengaja melontarkan fitnah. "Saya juga lagi cari videonya, kalau cuma katanya kan bisa jadi Fitnah. Fitnah itu kejam banget," ujarnya geram.
Diberitakan, video porno mirip Ariel dan BCL telah beredar di Manado. Tidak seperti video Ariel sebelumnya yang beredar di internet, video kali ini beredar dalam bentuk VCD dan dijual Rp60 ribu per keping.
Labels:
Infotainment
Wednesday, June 30, 2010
Polisi Selidiki Kabar Video 'Ariel-BCL' di Manado
JAKARTA- Mabes Polri akan menyelidiki kabar beredarnya video porno mirip Ariel dan Bunga Citra Lestari (BCL) yang beredar di Manado.
"Sampai sekarang, tentang informasi lain tentunya aka nada penyelidikan. Hari ini, kalau ada temuan video-video aka nada dilakukan penyelidikan lain. Kita tunggu," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Zainuri Lubis kepada wartawan dalam acara silaturahmi dengan purnawirawan Polri di kampus PTIK, Rabu (30/6/2010).
Zainuri mengatakan, jika benar adanya video tersebut, bisa jadi akan dilakukan pemanggilan terhadap artis yang diduga di dalam video tersebut.
"Kalau ada penyelidikan pasti dipanggil. Kalau ada informasi, tindakan pertama adalah penyelidikan dulu. Nanti akan kita lihat apakah ada tindakan lain seperti pemanggilan atau lain-lain," jelasnya.
Yang pasti, lanjutnya, hingga saat ini polisi hanya menetapkan Ariel sebagai tersangka kasus video porno tersebut. "Yang lain masih saksi," ujarnya.
Diberitakan, video porno mirip Ariel dan Bunga Citra Lestari (BCL) beredar di Manado. Tidak seperti video-video sebelumnya, video kali ini sudah beredar dalam bentuk VCD dan dijual Rp60 ribu perkepingnya.
http://id.omg.yahoo.com/news/polisi-selidiki-kabar-video-39arielbcl39-di-manado-zwp4-348217.html
"Sampai sekarang, tentang informasi lain tentunya aka nada penyelidikan. Hari ini, kalau ada temuan video-video aka nada dilakukan penyelidikan lain. Kita tunggu," kata Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Polisi Zainuri Lubis kepada wartawan dalam acara silaturahmi dengan purnawirawan Polri di kampus PTIK, Rabu (30/6/2010).
Zainuri mengatakan, jika benar adanya video tersebut, bisa jadi akan dilakukan pemanggilan terhadap artis yang diduga di dalam video tersebut.
"Kalau ada penyelidikan pasti dipanggil. Kalau ada informasi, tindakan pertama adalah penyelidikan dulu. Nanti akan kita lihat apakah ada tindakan lain seperti pemanggilan atau lain-lain," jelasnya.
Yang pasti, lanjutnya, hingga saat ini polisi hanya menetapkan Ariel sebagai tersangka kasus video porno tersebut. "Yang lain masih saksi," ujarnya.
Diberitakan, video porno mirip Ariel dan Bunga Citra Lestari (BCL) beredar di Manado. Tidak seperti video-video sebelumnya, video kali ini sudah beredar dalam bentuk VCD dan dijual Rp60 ribu perkepingnya.
http://id.omg.yahoo.com/news/polisi-selidiki-kabar-video-39arielbcl39-di-manado-zwp4-348217.html
Labels:
Infotainment
Monday, June 28, 2010
Keintjem: Tifatul Pantas Jadi Menteri Provokator
Wakil Ketua Kompelka P/KB Sinode GMIM, Djenri Keintjem SH MH secara keras mengutuk pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring yang menganalogikan masalah video porno artis dengan peristiwa penyaliban Yesus. Untuk itu, Keintjem meminta Presiden RI, Susilo Bambang Yudho-yono (SBY) agar menasihati Tifatul bahkan kalau perlu mencopot jabatannya sebagai Menkominfo.
“Pak Tifatul lebih pantas menjadi menteri provokator, bukan Menkominfo karena ia tidak layak dijadikan panutan oleh masyarakat Indonesia. Mungkin Pak SBY salah pilih menteri,” kata Keintjem kepada Komentar.
Meski begitu, Ketua P/KB Wilayah Manado Sario ini tetap meminta kepada warga Sulut khususnya umat Kris-tiani agar jangan terprovokasi terhadap pernyataan Tifatul. “Mari kita tetap jaga kerukunan di daerah ini dan mempertahankan slogan torang samua basudara,” imbuhnya.
Secara terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Ber-agama (FKUB) Sulut, Pdt Nico Gara STh menyesalkan aksi pembakaran gambar Tifatul oleh sejumlah pemuda lintas gereja. “Sikap sejumlah pemuda lintas gereja yang membakar gambar Tifatul sungguh tidak bijak, karena bukannya menyelesaikan masalah tapi memperkeruh masalah. Kalau mau protes sebaiknya langsung bertatap muka dengan Tifatul saja bukan dengan cara yang anarkis,” tutur Ketua Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) GMIM ini.
Sementara itu, terkait aksi protes terhadap pernyataan Tifatul, Sabtu (26/06) pekan kemarin di Aula Kanwil Kemenag Sulut, FKUB Sulut bersama Pemuda Lintas Gereja diwakili Ketua Pemuda KGPM, Tenny Assa dan Ketua Pemuda Katolik, Harold Pra-tasik melaksanakan rakor untuk mencari titik temu dalam menyelesaikan masalah per-nyataan Tifatul, salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan Tifatul. “Diusahakan dalam waktu dekat ini, perwakilan FKUB Sulut dan pemuda lintas gereja beserta pemprop akan melakukan pertemuan secara langung dengan Tifatul supaya masalah ini cepat selesai,” tandas Ketua Pemuda Katolik, Harold Pratasik.
sumber: www.hariankomentar.com
“Pak Tifatul lebih pantas menjadi menteri provokator, bukan Menkominfo karena ia tidak layak dijadikan panutan oleh masyarakat Indonesia. Mungkin Pak SBY salah pilih menteri,” kata Keintjem kepada Komentar.
Meski begitu, Ketua P/KB Wilayah Manado Sario ini tetap meminta kepada warga Sulut khususnya umat Kris-tiani agar jangan terprovokasi terhadap pernyataan Tifatul. “Mari kita tetap jaga kerukunan di daerah ini dan mempertahankan slogan torang samua basudara,” imbuhnya.
Secara terpisah, Ketua Forum Kerukunan Umat Ber-agama (FKUB) Sulut, Pdt Nico Gara STh menyesalkan aksi pembakaran gambar Tifatul oleh sejumlah pemuda lintas gereja. “Sikap sejumlah pemuda lintas gereja yang membakar gambar Tifatul sungguh tidak bijak, karena bukannya menyelesaikan masalah tapi memperkeruh masalah. Kalau mau protes sebaiknya langsung bertatap muka dengan Tifatul saja bukan dengan cara yang anarkis,” tutur Ketua Majelis Pertimbangan Sinode (MPS) GMIM ini.
Sementara itu, terkait aksi protes terhadap pernyataan Tifatul, Sabtu (26/06) pekan kemarin di Aula Kanwil Kemenag Sulut, FKUB Sulut bersama Pemuda Lintas Gereja diwakili Ketua Pemuda KGPM, Tenny Assa dan Ketua Pemuda Katolik, Harold Pra-tasik melaksanakan rakor untuk mencari titik temu dalam menyelesaikan masalah per-nyataan Tifatul, salah satunya dengan melakukan pertemuan dengan Tifatul. “Diusahakan dalam waktu dekat ini, perwakilan FKUB Sulut dan pemuda lintas gereja beserta pemprop akan melakukan pertemuan secara langung dengan Tifatul supaya masalah ini cepat selesai,” tandas Ketua Pemuda Katolik, Harold Pratasik.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kota Manado
Friday, June 25, 2010
Para Pendeta Desak Presiden Copot Sembiring
Pernyataan tak popular dan tak bijak yang diungkapkan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Tifatul Sembiring yang bermuatan SARA, disikapi tegas ratusan pendeta yang tergabung dalam wadah Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulut dan Gorontalo. Betapa tidak, dalam kasus ini, seorang pejabat negara menganalogikan atau menyamakan karya penyaliban Tuhan Yesus Kristus dengan kasus pornografi yang disinyalir mirip Ariel, Luna Maya dan Cut Tari.
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua I BPD GBI Sulut dan Go-rontalo Pdt Honny Supit Sirapanji menegaskan bahwa se-bagai figur putra terbaik bangsa, tak sepantasnya Sembiring melontarkan pernyataan yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Apa jadinya negara kita, apabila pejabat negaranya bersikap tak pantas. Bahkan dapat memicu SARA. Oleh karena itu, kami para hamba Tuhan meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyopot jabatan Sembiring dari jabatan Menkominfo,” tan-dasnya, Rabu (23/06) kemarin.
Tak itu saja, sebagai bentuk protes para pendeta GBI sepakat untuk menyalurkan aspiransinya ke DPRD. Dengan harapan bahwa aspirasi dapat diteruskan ke pusat. Sebab, jika hal ini diabaikan maka, para pendeta akan turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar. “Kami atas nama pendeta GBI Sulut dan Gorontalo, meminta presiden agar member-hentikan Menkominfo. Karena dia, memang tak pantas untuk duduk sebagai pejabat negara. Kami menilai pernyataan yang sudah dicetuskan beberapa waktu yang lalu merupakan pelecehan bahkan penistaan agama,” ungkap Pdt Hanny Pantow yang ditunjuk sebagai koordinator, saat menyampai-kan aspirasinya di hadapan anggota DPRD, masing-masing Ketua Komisi I John Dumais, Benny Ramdhani, Ben Alotia dan Farid Lauma.
Lanjut kata Pantow, sangat dikhawatirkan jika figur seperti Sembiring ini dipertahankan akan mengoyakkan kerukunan bangsa. “Bukan tidak mungkin, kelak bangsa ini akan dilanda kekacauan. Dan itu semua diakibatkan oleh pernyataan serta statemen yang dilontarkan sangat tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Menariknya, aspirasi para hamba Tuhan tersebut disam-but positif oleh para wakil rakyat. Malahan terkait hal ini, Benny Ramdhani yang dikenal vokal itu menyatakan siap untuk menggalang massa untuk bersama-sama dengan barisan umat Kristen turun ke jalan. Dan selanjutnya bentuk protes itu akan diteruskan ke pusat dan ditindaklanjuti presiden. Karena pejabat seperti Sembiring tak layak untuk dipertahankan. “Pernyataan yang dilontarkan Sembiring adalah pernyataan yang bodoh. Bahkan telah mengarah pada provokasi. Ditambah lagi dengan tindakan permintaan maafnya yang terkesan penge-cut, karena hanya disampaikan lewat twiiter,” tandasnya
Senada juga disampaikan Dumais, Alotia dan Lauma bahwa hal ini harus didesak ke pusat, agar Sembiring dicopot dari jabatannya sebagai Menkominfo.
sumber: www.hariankomentar.com
Menyikapi hal ini, Wakil Ketua I BPD GBI Sulut dan Go-rontalo Pdt Honny Supit Sirapanji menegaskan bahwa se-bagai figur putra terbaik bangsa, tak sepantasnya Sembiring melontarkan pernyataan yang dapat memecah persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia. “Apa jadinya negara kita, apabila pejabat negaranya bersikap tak pantas. Bahkan dapat memicu SARA. Oleh karena itu, kami para hamba Tuhan meminta kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menyopot jabatan Sembiring dari jabatan Menkominfo,” tan-dasnya, Rabu (23/06) kemarin.
Tak itu saja, sebagai bentuk protes para pendeta GBI sepakat untuk menyalurkan aspiransinya ke DPRD. Dengan harapan bahwa aspirasi dapat diteruskan ke pusat. Sebab, jika hal ini diabaikan maka, para pendeta akan turun ke jalan dengan jumlah yang lebih besar. “Kami atas nama pendeta GBI Sulut dan Gorontalo, meminta presiden agar member-hentikan Menkominfo. Karena dia, memang tak pantas untuk duduk sebagai pejabat negara. Kami menilai pernyataan yang sudah dicetuskan beberapa waktu yang lalu merupakan pelecehan bahkan penistaan agama,” ungkap Pdt Hanny Pantow yang ditunjuk sebagai koordinator, saat menyampai-kan aspirasinya di hadapan anggota DPRD, masing-masing Ketua Komisi I John Dumais, Benny Ramdhani, Ben Alotia dan Farid Lauma.
Lanjut kata Pantow, sangat dikhawatirkan jika figur seperti Sembiring ini dipertahankan akan mengoyakkan kerukunan bangsa. “Bukan tidak mungkin, kelak bangsa ini akan dilanda kekacauan. Dan itu semua diakibatkan oleh pernyataan serta statemen yang dilontarkan sangat tidak bertanggung jawab,” jelasnya.
Menariknya, aspirasi para hamba Tuhan tersebut disam-but positif oleh para wakil rakyat. Malahan terkait hal ini, Benny Ramdhani yang dikenal vokal itu menyatakan siap untuk menggalang massa untuk bersama-sama dengan barisan umat Kristen turun ke jalan. Dan selanjutnya bentuk protes itu akan diteruskan ke pusat dan ditindaklanjuti presiden. Karena pejabat seperti Sembiring tak layak untuk dipertahankan. “Pernyataan yang dilontarkan Sembiring adalah pernyataan yang bodoh. Bahkan telah mengarah pada provokasi. Ditambah lagi dengan tindakan permintaan maafnya yang terkesan penge-cut, karena hanya disampaikan lewat twiiter,” tandasnya
Senada juga disampaikan Dumais, Alotia dan Lauma bahwa hal ini harus didesak ke pusat, agar Sembiring dicopot dari jabatannya sebagai Menkominfo.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kota Manado
Thursday, June 24, 2010
Pendeta Gugat Tifatul
MANADO – Sebelumnya Ketua Pdt Ny Meiva Salindeho-Lintang STh memperjuangkan aspirasi Komunitas Pemuda-Remaja Antar Gereja (Kompag), kini dengan persoalan sama personil lain kebagian tugas. Kali ini giliran para pendeta yang memprotes pernyataan kontroversi Menkominfo Tifatul sembiring.
Demo damai para pelayan Tuhan pada Rabu (23/6) kemarin, diterima lintas komisi, Jhon Dumais, Benny Rhamdani, Ben Alotia dan Farid Lauma.
Dikomandoi Ketua Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulut dan Gorontalo, Pdt Hony Supit Sirapaji menyatakan suasana dan situasi Sulut yang kondusif karena tingkat tolerasi yang cukup tinggi serasa mulai ternoda dengan pernyataan yang melukai perasaan umat Nasrani. “Bagaimana jadinya negara kita, jika pejabat negara mengucapkan kata yang dapat memicu SARA,” ungkap Sirapanji.
Untuk itu aspirasi para hamba Tuhan ini meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Tifatul sebagai Menkominfo. “Ini sudah keterlaluan,” sambungnya.
Penegasan yang sama dikatakan Koordinator Lapangan Pdt Hanny Pantouw. Menurutnya prilaku Tifatul jelas menciderai kebersamaan dan keberagaman umat yang telah dijamin oleh UUD 45 dan Pancasila. “Tifatul tidak pantas menjabat Menkoninfo,” kata keduanya.
Lebih jauh katanya, pernyataan Tifatul dianggap sebagai sebuah pelecehan dan penistaan agama dan dapat berdampak pada kekacauan bangsa. “Apalagi yang menganalogikan kasus pornografi dengan karya keselamatan dan penyaliban Tuhan Yesus,” tuturnya.
Mereka pun menggingatkan pada para legislator serta pemprov untuk menindaklanjuti aspirasi ini, sebab jika tidak mereka bersama massa lebih besar akan turun berdemo lagi. “Tentunya kami akan mengajak semua umat bergama yang ada di Sulut untuk berdemo damai menyampaikan kepada publik betapa tingginya rasa toleransi antar umat beragama yang ada di Sulut,” janji para pendeta.
Aspirasi ini, mendapat respon dan dukungan dari para wakil rakyat Sario. Terbukti mereka menganggap pernyataan kontroversi itu amat tidaklah pantas diucapkan oleh seorang menteri.
Benny Rhamdani, yang juga Panglima Banser Sulut menilai pernyataan tersebut dilontarkan orang yang tidak cerdas, bodoh dan provokatif. “Dan yang sangat disesalkan adalah sikap pengecut dari pak Menteri yang hanya meminta maaf lewat situs jejaring sosial Twitter dan Facebook, seharusnya secara gentle pada publik,” tutur politisi FPDIP itu.
Jhon Dumais menambahkan pihaknya akan menyampaikan aspirasi pada Pemprov yang akan diteruskan ke presiden. “Tapi masyarakat jangan terpancing dan mengambil langkah langkah yang menjurus pada aksi-aksi anarkis,” harap politisi FPD ini.
sumber: www.mdopost.com
Demo damai para pelayan Tuhan pada Rabu (23/6) kemarin, diterima lintas komisi, Jhon Dumais, Benny Rhamdani, Ben Alotia dan Farid Lauma.
Dikomandoi Ketua Gereja Bethel Indonesia (GBI) Sulut dan Gorontalo, Pdt Hony Supit Sirapaji menyatakan suasana dan situasi Sulut yang kondusif karena tingkat tolerasi yang cukup tinggi serasa mulai ternoda dengan pernyataan yang melukai perasaan umat Nasrani. “Bagaimana jadinya negara kita, jika pejabat negara mengucapkan kata yang dapat memicu SARA,” ungkap Sirapanji.
Untuk itu aspirasi para hamba Tuhan ini meminta Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mencopot Tifatul sebagai Menkominfo. “Ini sudah keterlaluan,” sambungnya.
Penegasan yang sama dikatakan Koordinator Lapangan Pdt Hanny Pantouw. Menurutnya prilaku Tifatul jelas menciderai kebersamaan dan keberagaman umat yang telah dijamin oleh UUD 45 dan Pancasila. “Tifatul tidak pantas menjabat Menkoninfo,” kata keduanya.
Lebih jauh katanya, pernyataan Tifatul dianggap sebagai sebuah pelecehan dan penistaan agama dan dapat berdampak pada kekacauan bangsa. “Apalagi yang menganalogikan kasus pornografi dengan karya keselamatan dan penyaliban Tuhan Yesus,” tuturnya.
Mereka pun menggingatkan pada para legislator serta pemprov untuk menindaklanjuti aspirasi ini, sebab jika tidak mereka bersama massa lebih besar akan turun berdemo lagi. “Tentunya kami akan mengajak semua umat bergama yang ada di Sulut untuk berdemo damai menyampaikan kepada publik betapa tingginya rasa toleransi antar umat beragama yang ada di Sulut,” janji para pendeta.
Aspirasi ini, mendapat respon dan dukungan dari para wakil rakyat Sario. Terbukti mereka menganggap pernyataan kontroversi itu amat tidaklah pantas diucapkan oleh seorang menteri.
Benny Rhamdani, yang juga Panglima Banser Sulut menilai pernyataan tersebut dilontarkan orang yang tidak cerdas, bodoh dan provokatif. “Dan yang sangat disesalkan adalah sikap pengecut dari pak Menteri yang hanya meminta maaf lewat situs jejaring sosial Twitter dan Facebook, seharusnya secara gentle pada publik,” tutur politisi FPDIP itu.
Jhon Dumais menambahkan pihaknya akan menyampaikan aspirasi pada Pemprov yang akan diteruskan ke presiden. “Tapi masyarakat jangan terpancing dan mengambil langkah langkah yang menjurus pada aksi-aksi anarkis,” harap politisi FPD ini.
sumber: www.mdopost.com
Labels:
Kota Manado
Tuesday, June 22, 2010
Analogikan video porno dengan penyaliban Yesus Pemuda Lintas Gereja Bakar Gambar Tifatul
Sebagai luapan kekesalan dan kemarahan terhadap pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo), Tifatul Sembiring yang menganalogikan video porno mirip artis Ariel Peterpan, Luna Maya dan Cut Tari dengan penyaliban Yesus Kristus di Golgota, maka Senin (21/06) kemarin, pemuda lintas gereja yang menamakan diri Komunitas Pemuda Remaja Antar Gereja (Kompag) Sulut, menggelar aksi damai di tiga lokasi, masing-masing Kantor DPRD Propinsi Sulut, Kantor Gubernur Sulut dan Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Sulut.
Dalam aksi yang dilakukan pemuda GMIM, Pemuda KGPM, Pemuda Katolik, Pemuda GPdI dan Pemuda Advent di Kantor DPRD Sulut ini, disertai pembakaran gambar Menkominfo, Tifatul Sembiring. “Kami meminta Tifatul cabut pernyataannya serta meminta maaf kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia karena pernyataannya sudah melecehkan agama kami,” teriak salah satu pendemo, Pnt Billy Lombok.
Sementara itu, berdasarkan pantuan harian ini, massa dari pemuda Kristen Sulut ini menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya mendesak Menkominfo mencabut pernyataannya yang pernah disampaikan di depan Dewan Pers Indonesia, serta menyampaikan permohonan maaf secara resmi lewat media cetak dan elektronik nasional terhadap seluruh umat Kristiani di Indonesia. Mereka juga meminta kepada Tifatul agar lebih beretika dan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
Pernyataan sikap yang telah ditandatangani ini kemudian diberikan kepada perwakilan DPRD Sulut, Meiva Salindeho dan Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Halil Domu. Di sisi lain, pendemo juga menyesalkan soal video porno yang marak beredar. “Sebagai umat Kristiani, kami mengecam dan mengutuk para pelaku, penyebar video porno mirip artis dan merekomendasikan kepada pihak yang berwajib supaya menghukum oknum tersebut sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku,” tutur Ketua Pemuda KGPM, Tenny Assa dan Ketua Pemuda Katolik Sulut Drs Harold Pratasik.
Sementara, Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Halil Domu berjanji akan menyampaikan aspirasi pemuda Kristen Sulut ini. “Saya janji tanggal 24 Juni ini akan ke Jakarta menyampaikan langsung aspirasi Anda (Pemuda Kristen, red) dan hasilnya akan segera saya sampaikan,” tandasnya.
Kecaman terhadap Tifatul Sembiring berkaitan dengan statemennya yang menganalogi polemik video mirip artis dengan perdebatan teologis Islam-Kristen (Nabi Isa/Yesus Kristus), datang pula dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado dan Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD-IPM) Manado. “Saya kira ini adalah bentuk kedangkalan Tifatul dalam membedah suatu persoalan. Sebagai menteri, tak pantas ia memberikan statemen yang hanya menunjukkan ketidakcerdasannya,” ujar Nahrawi Djalal, Ketua HMI Cabang Manado kepada wartawan harian ini via telepon.
“Dalam waktu dekat ini kami akan mengagendakan kejadian ini untuk kemudian meminta kepada Tifatul agar mencabut statemennya dan memohon maaf kepada umat beragama se-Indonesia” tandas Nahwari dengan nada serius. Senada dengan HMI, kecaman juga datang dari Pengurus Daerah Ikatan pelajar Muhammadiyah (PD-IPM) Manado, melalui ketuanya Ahsan Anwar Sandiah.
“Ini merupakan preseden buruk bagi kerukunan antar umat. Kan masih banyak perumpamaan lain ketimbang menyamakanya dengan kisah Nabi Isa atau Yesus Kristus” ujar Ahsan via handphone karena masih berada di luar daerah. Ia juga menambahkan, bahwasanya perdebatan teologis Islam-Kristen mengenai Nabi Isa dan Yesus Kristus itu sangat tidak wajar dihubung-hubungkan dengan kaburnya persoalan siapa sebenarnya pemeran dalam video artis tersebut.
“Seharusnya seorang pejabat berhati-hati dalam memberikan pernyataan yang menyentuh area keyakinan beragama. Kedua umat kan sudah cukup dewasa, bahkan sudah ribuan tahun menjalankan keyakinan sesuai dengan keimanannya masing-masing. Jadi kenapa harus diungkit-ungkit,” pungkas Ahsan.
Ia sangat menyayangkan statemen Menkominfo yang dinilainya tak cerdas dan hanya akan membenturkan pemahaman-pemahaman yang mengikis persaudaraan selama ribuan tahun. “Kami mengecam ulah Tifatul dan sudah sepatutnyalah beliau mencabut pernyataannya,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Seperti diketahui, Tifatul pada diskusi tentang video mirip artis di Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat lalu mengatakan bahwa, ketidaktegasan Cut Tari, Luna Maya dan Ariel (Culunari) dalam menyikapi kemiripan wajah mereka dengan pemain video porno akan berimplikasi panjang. Seperti implikasi perbedaan keyakinan umat Islam yang menganggap yang disalib di Bukit Golgota itu hanyalah mirip Nabi Isa. Sedangkan umat Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.
Statemen Tiffatul inilah yang menyulut ketersinggungan dan berbagai kecaman berdatangan.
sumber: www.hariankomentar.com
Dalam aksi yang dilakukan pemuda GMIM, Pemuda KGPM, Pemuda Katolik, Pemuda GPdI dan Pemuda Advent di Kantor DPRD Sulut ini, disertai pembakaran gambar Menkominfo, Tifatul Sembiring. “Kami meminta Tifatul cabut pernyataannya serta meminta maaf kepada seluruh umat Nasrani di Indonesia karena pernyataannya sudah melecehkan agama kami,” teriak salah satu pendemo, Pnt Billy Lombok.
Sementara itu, berdasarkan pantuan harian ini, massa dari pemuda Kristen Sulut ini menyampaikan sejumlah aspirasi, di antaranya mendesak Menkominfo mencabut pernyataannya yang pernah disampaikan di depan Dewan Pers Indonesia, serta menyampaikan permohonan maaf secara resmi lewat media cetak dan elektronik nasional terhadap seluruh umat Kristiani di Indonesia. Mereka juga meminta kepada Tifatul agar lebih beretika dan berhati-hati dalam menyampaikan pernyataan.
Pernyataan sikap yang telah ditandatangani ini kemudian diberikan kepada perwakilan DPRD Sulut, Meiva Salindeho dan Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Halil Domu. Di sisi lain, pendemo juga menyesalkan soal video porno yang marak beredar. “Sebagai umat Kristiani, kami mengecam dan mengutuk para pelaku, penyebar video porno mirip artis dan merekomendasikan kepada pihak yang berwajib supaya menghukum oknum tersebut sesuai hukum dan undang-undang yang berlaku,” tutur Ketua Pemuda KGPM, Tenny Assa dan Ketua Pemuda Katolik Sulut Drs Harold Pratasik.
Sementara, Kakanwil Kemenag Sulut, Drs H Halil Domu berjanji akan menyampaikan aspirasi pemuda Kristen Sulut ini. “Saya janji tanggal 24 Juni ini akan ke Jakarta menyampaikan langsung aspirasi Anda (Pemuda Kristen, red) dan hasilnya akan segera saya sampaikan,” tandasnya.
Kecaman terhadap Tifatul Sembiring berkaitan dengan statemennya yang menganalogi polemik video mirip artis dengan perdebatan teologis Islam-Kristen (Nabi Isa/Yesus Kristus), datang pula dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Manado dan Pengurus Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD-IPM) Manado. “Saya kira ini adalah bentuk kedangkalan Tifatul dalam membedah suatu persoalan. Sebagai menteri, tak pantas ia memberikan statemen yang hanya menunjukkan ketidakcerdasannya,” ujar Nahrawi Djalal, Ketua HMI Cabang Manado kepada wartawan harian ini via telepon.
“Dalam waktu dekat ini kami akan mengagendakan kejadian ini untuk kemudian meminta kepada Tifatul agar mencabut statemennya dan memohon maaf kepada umat beragama se-Indonesia” tandas Nahwari dengan nada serius. Senada dengan HMI, kecaman juga datang dari Pengurus Daerah Ikatan pelajar Muhammadiyah (PD-IPM) Manado, melalui ketuanya Ahsan Anwar Sandiah.
“Ini merupakan preseden buruk bagi kerukunan antar umat. Kan masih banyak perumpamaan lain ketimbang menyamakanya dengan kisah Nabi Isa atau Yesus Kristus” ujar Ahsan via handphone karena masih berada di luar daerah. Ia juga menambahkan, bahwasanya perdebatan teologis Islam-Kristen mengenai Nabi Isa dan Yesus Kristus itu sangat tidak wajar dihubung-hubungkan dengan kaburnya persoalan siapa sebenarnya pemeran dalam video artis tersebut.
“Seharusnya seorang pejabat berhati-hati dalam memberikan pernyataan yang menyentuh area keyakinan beragama. Kedua umat kan sudah cukup dewasa, bahkan sudah ribuan tahun menjalankan keyakinan sesuai dengan keimanannya masing-masing. Jadi kenapa harus diungkit-ungkit,” pungkas Ahsan.
Ia sangat menyayangkan statemen Menkominfo yang dinilainya tak cerdas dan hanya akan membenturkan pemahaman-pemahaman yang mengikis persaudaraan selama ribuan tahun. “Kami mengecam ulah Tifatul dan sudah sepatutnyalah beliau mencabut pernyataannya,” pungkasnya menutup pembicaraan.
Seperti diketahui, Tifatul pada diskusi tentang video mirip artis di Kementerian Kominfo, Jakarta, Jumat lalu mengatakan bahwa, ketidaktegasan Cut Tari, Luna Maya dan Ariel (Culunari) dalam menyikapi kemiripan wajah mereka dengan pemain video porno akan berimplikasi panjang. Seperti implikasi perbedaan keyakinan umat Islam yang menganggap yang disalib di Bukit Golgota itu hanyalah mirip Nabi Isa. Sedangkan umat Kristen menganggap yang disalib adalah Yesus.
Statemen Tiffatul inilah yang menyulut ketersinggungan dan berbagai kecaman berdatangan.
sumber: www.hariankomentar.com
Labels:
Kota Manado
Tifatul Dibakar di Sario
Manado – Imbas pernyataan kontroversi Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Tifatul Sembiring kantor DPRD Sulut didatangi pendemo Senin kemarin siang. Komunitas Pemuda-Remaja Antar Gereja (Kompag) Sulut itu tak hanya melakukan demo damai, tapi juga gambar Tifatul dibakar di parkiran Gedung Cengkih Sario.
Pada unjukrasa itu aspirasi mereka untuk ditindaklanjuti para legislator. Dalam pernyataan yang ditandatangani dan dibacakan perwakilan Kompag, Pnt Billy Lombok SH (Pemuda GMIM), Drs Harold Pratasik (Pemuda-Pemudi Katolik), Pnt Drs Tenny Assa (Pemuda-Remaja KGPM), Pdt Haezar Sumual MTh (Remaja GPdI) dan Harold Haydemans (Pemuda GMAHK), mendesak Tifatul diganti. “Ganti saja dengan pejabat yang bisa menjaga keutuhan NKRI,” kata mereka.
Para pendemo yang sebagian besar berusia muda itu juga meminta permintaan maaf dari Tifatul, yang harus disampaikan lewat media cetak dan elektronik nasional. “Menkominfo, bapak Tifatul Sembiring harus untuk mencabut pernyataan dan meminta maaf pada umat Nasrani,” tegas mereka.
Terkait dengan kasus video seks tersebut, KOMPAG menyatakan bahwa sebagai umat Kristen, pun mengecam dan mengutuk para pelaku serta penyebar video porno itu.
Kehadiran para pendemo diterima Ketua DPRD Sulut Pdt Ny Meiva Salindeho-Lintang STh. Bersama tiga personil lainnya Joudy Watung, Prof Jopie Paruntu, dr Ivone Bentelu dan Winda Titah memberikan support pada para pendemo. Hanya saja DPRD Sulut tetap bijaksana dalam menanggapinya dengan pertimbangan pernyataan Tifatul tersebut bukan atas nama lembaga pemerintah, tapi pernyataan pribadi. “Kita akan berjuang bersama-sama, karena telah melecehkan kepercayaan umat Kristiani. Dan kami dewan provinsi akan menindaklanjuti aspirasi ini,” tandas Meiva, yang langsung disambut applaus para pendemo.
sumber: www.mdopost.com
Pada unjukrasa itu aspirasi mereka untuk ditindaklanjuti para legislator. Dalam pernyataan yang ditandatangani dan dibacakan perwakilan Kompag, Pnt Billy Lombok SH (Pemuda GMIM), Drs Harold Pratasik (Pemuda-Pemudi Katolik), Pnt Drs Tenny Assa (Pemuda-Remaja KGPM), Pdt Haezar Sumual MTh (Remaja GPdI) dan Harold Haydemans (Pemuda GMAHK), mendesak Tifatul diganti. “Ganti saja dengan pejabat yang bisa menjaga keutuhan NKRI,” kata mereka.
Para pendemo yang sebagian besar berusia muda itu juga meminta permintaan maaf dari Tifatul, yang harus disampaikan lewat media cetak dan elektronik nasional. “Menkominfo, bapak Tifatul Sembiring harus untuk mencabut pernyataan dan meminta maaf pada umat Nasrani,” tegas mereka.
Terkait dengan kasus video seks tersebut, KOMPAG menyatakan bahwa sebagai umat Kristen, pun mengecam dan mengutuk para pelaku serta penyebar video porno itu.
Kehadiran para pendemo diterima Ketua DPRD Sulut Pdt Ny Meiva Salindeho-Lintang STh. Bersama tiga personil lainnya Joudy Watung, Prof Jopie Paruntu, dr Ivone Bentelu dan Winda Titah memberikan support pada para pendemo. Hanya saja DPRD Sulut tetap bijaksana dalam menanggapinya dengan pertimbangan pernyataan Tifatul tersebut bukan atas nama lembaga pemerintah, tapi pernyataan pribadi. “Kita akan berjuang bersama-sama, karena telah melecehkan kepercayaan umat Kristiani. Dan kami dewan provinsi akan menindaklanjuti aspirasi ini,” tandas Meiva, yang langsung disambut applaus para pendemo.
sumber: www.mdopost.com
Labels:
Hukum
Monday, June 21, 2010
Pemuda Gereja Protes Tifatul Sembiring
MANADO – Pernyataan Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkoinfo), di Jakarta, Kamis pekan lalu dihadapan sejumlah wartawan, perwakilan dari Komisi Penyiaran Nasional, Mabes Polri, Dewan Pers dan pengelola internet, yang mengaitkan video porno mirip artis Luna Maya, Cut Tari dan Ariel dengan prosesi penyalipan Yesus Kristus mendapat reaksi kalangan umat Kristiani di Sulawesi Utara.
Rencananya, Senin (21/06), dimulai pukul 11.00 WITA, pemuda gereja se-Sulut akan menggelar aksi unjuk rasa damai memprotes pernyataan Menkoinfo Tifatul Sembiring. Menurut Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt Billy Lombok, aksi unjuk rasa akan melibatkan pemuda KGPM, GMIM, GPdI, Advent dan katolik.
Aksi dimulai dari Dinas Kominfo kemudian Deprov dan Pemprov Sulut. “Aksi dilakukan untuk memprotes Menkoinfo Tifatul Sembiring yang melecehkan umat Kristiani,” ujar Lombok.
sumber: http://beritamanado.com/2010/06/21/pemuda-gereja-protes-tifatul-sembiring/
Rencananya, Senin (21/06), dimulai pukul 11.00 WITA, pemuda gereja se-Sulut akan menggelar aksi unjuk rasa damai memprotes pernyataan Menkoinfo Tifatul Sembiring. Menurut Ketua Pemuda Sinode GMIM Pnt Billy Lombok, aksi unjuk rasa akan melibatkan pemuda KGPM, GMIM, GPdI, Advent dan katolik.
Aksi dimulai dari Dinas Kominfo kemudian Deprov dan Pemprov Sulut. “Aksi dilakukan untuk memprotes Menkoinfo Tifatul Sembiring yang melecehkan umat Kristiani,” ujar Lombok.
sumber: http://beritamanado.com/2010/06/21/pemuda-gereja-protes-tifatul-sembiring/
Labels:
Hukum
Tifatul Sembiring Berulah, Analogikan Video Ariel-Luna dengan Penyaliban Kristus
Jakarta, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring lagi-lagi bikin ulah. Ia menyeret-nyeret persoalan keyakinan umat agama ke dalam polemik video porno. Keterlaluan!
Tadi pagi, saat pertemuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Polri, Tifatul mengungkapkan keseriusan untuk menuntaskan kasus perederan video syur yang mirip dengan artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.
Tifatul menegaskan, "orang-orang yang mirip-mirip" ini harus segera ditindak. Dari itu, perlu ada jawaban betul atau tidak bahwa itu mirip artis atau tidak.
"Kalau yang mirip ini tidak dituntaskan, akan panjang implikasinya," tutur Tifatul kepada wartawan di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pagi ini (Kamis, 17/6).
Namun, sayangnya, pengungkapan niat baik itu, tak dikemas Tifaltul dengan baik. Polemik video yang amoral dibandingkan dengan perbedaan keyakinan umat Islam dan Nasrani soal penyaliban Nabi Isa.
Tifatul mengatakan, bagi umat Islam, orang yang mirip Nabi Isa itu yang disalib di bukit Kalvari atau Golgota. Sementara umat Nasrani menganggap, Yesus Kristus itu sendiri yang disalib.
"Perbedaan ini kemudian berimplikasi panjang," terangnya.
Menteri Tifatul harusnya tahu, persoalan keyakinan yang berusia ribuan tahun itu, dan yang sebenarnya tak pernah diungkit-ungkit kedua umat beragama sebagai perbedaan yang jadi alasan untuk berseteru, tak pantas diangkat dalam kerangka penuntasan video porno!
Tifatul pun harusnya tahu, peristiwa penyaliban merupakan momen suci bagi umat Nasrani yang dirayakan tiap tahun di Jumat Agung. Peristiwa penyaliban yang sakral itu tak pantas dibanding-bandingkan dalam tragedi moral Ariel Cs!
Menteri Tifatul seakan mendramatisir, perbedaan keyakinan soal penyaliban di bukit Kalvari itu telah jadi polemik panjang. Padahal, soal keimanan tak pantas dijadikan polemik. Apakah Pak Tif tidak tahu kalau keimanan itu tak perlu diperdebatkan, karena itu persoalan individu dengan Tuhan-nya!
Sekali lagi, saat Tifatul mengungkit peristiwa penyaliban, mereka sedang membahas tentang pornografi dalam media. Apa kaitan?
Tak sekali ini Tifatul bikin ulah. Pernah pula Presiden SBY menegurnya lewat pidato di Istana Negara, menyinggung soal Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, tentang konten multimedia. RPM ini menuai kecaman banyak pihak terutama dari kalangan media massa.
Presiden secara terbuka memberi teguran kepada seluruh menteri yang suka nyelonong soal penyusunan Peraturan Pemerintah, Menteri atau RUU.
“Ada pemikiran atau rencana untuk menyusun sebuah PP atau RUU maka wajib untuk melaporkan kepada Presiden melalui Seskab atau Mensesneg tentang pemikiran atau rencana itu,” terang SBY di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/2).
Lanjut SBY, setelah Presiden memberikan disposisi maka bisa dimulai untuk menyusun rancangan peraturan. Tak berhenti di situ, menteri harus melaporkan kembali rancangan peraturan itu dalam sidang, baik terbatas atau paripurna demi mendapat persetujuan sebelum diterbitkan.
“Saya berharap para menteri tidak mengeluarkan statemen yang terlalu dini atau jajarannya yang bisa timbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat luas,” ujar SBY.
Perhatikan kalimat SBY. Ia berharap menteri-menterinya tidak keluarkan pernyataan yang bisa timbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat luas.
Sekarang, sebelum nasi jadi bubur, lebih baik Pak Tif cabut pernyataannya soal peristiwa penyaliban itu. Atau, Pak SBY, silakan Anda tegur lagi menteri Anda yang satu itu. Sebelum semua jadi salah tanggap. Ingat, dalam pengalaman kita berbangsa belakangan ini, kerukunan umat beragama begitu mudah pecah oleh persoalan sepele. Bisakah pernyataan Tifatul itu dianggap sepele?
sumber: http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/06/17/96253/Pak-Tif,-Penyaliban-Tak-Berhubungan-Dengan-Tragedi-Moral-Ariel-Cs!
Tadi pagi, saat pertemuan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Dewan Pers, Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) dan Polri, Tifatul mengungkapkan keseriusan untuk menuntaskan kasus perederan video syur yang mirip dengan artis Ariel, Luna Maya, dan Cut Tari.
Tifatul menegaskan, "orang-orang yang mirip-mirip" ini harus segera ditindak. Dari itu, perlu ada jawaban betul atau tidak bahwa itu mirip artis atau tidak.
"Kalau yang mirip ini tidak dituntaskan, akan panjang implikasinya," tutur Tifatul kepada wartawan di kantornya Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, pagi ini (Kamis, 17/6).
Namun, sayangnya, pengungkapan niat baik itu, tak dikemas Tifaltul dengan baik. Polemik video yang amoral dibandingkan dengan perbedaan keyakinan umat Islam dan Nasrani soal penyaliban Nabi Isa.
Tifatul mengatakan, bagi umat Islam, orang yang mirip Nabi Isa itu yang disalib di bukit Kalvari atau Golgota. Sementara umat Nasrani menganggap, Yesus Kristus itu sendiri yang disalib.
"Perbedaan ini kemudian berimplikasi panjang," terangnya.
Menteri Tifatul harusnya tahu, persoalan keyakinan yang berusia ribuan tahun itu, dan yang sebenarnya tak pernah diungkit-ungkit kedua umat beragama sebagai perbedaan yang jadi alasan untuk berseteru, tak pantas diangkat dalam kerangka penuntasan video porno!
Tifatul pun harusnya tahu, peristiwa penyaliban merupakan momen suci bagi umat Nasrani yang dirayakan tiap tahun di Jumat Agung. Peristiwa penyaliban yang sakral itu tak pantas dibanding-bandingkan dalam tragedi moral Ariel Cs!
Menteri Tifatul seakan mendramatisir, perbedaan keyakinan soal penyaliban di bukit Kalvari itu telah jadi polemik panjang. Padahal, soal keimanan tak pantas dijadikan polemik. Apakah Pak Tif tidak tahu kalau keimanan itu tak perlu diperdebatkan, karena itu persoalan individu dengan Tuhan-nya!
Sekali lagi, saat Tifatul mengungkit peristiwa penyaliban, mereka sedang membahas tentang pornografi dalam media. Apa kaitan?
Tak sekali ini Tifatul bikin ulah. Pernah pula Presiden SBY menegurnya lewat pidato di Istana Negara, menyinggung soal Rancangan Peraturan Menteri (RPM) Komunikasi dan Informatika, Tifatul Sembiring, tentang konten multimedia. RPM ini menuai kecaman banyak pihak terutama dari kalangan media massa.
Presiden secara terbuka memberi teguran kepada seluruh menteri yang suka nyelonong soal penyusunan Peraturan Pemerintah, Menteri atau RUU.
“Ada pemikiran atau rencana untuk menyusun sebuah PP atau RUU maka wajib untuk melaporkan kepada Presiden melalui Seskab atau Mensesneg tentang pemikiran atau rencana itu,” terang SBY di Istana Negara, Jakarta, Kamis (18/2).
Lanjut SBY, setelah Presiden memberikan disposisi maka bisa dimulai untuk menyusun rancangan peraturan. Tak berhenti di situ, menteri harus melaporkan kembali rancangan peraturan itu dalam sidang, baik terbatas atau paripurna demi mendapat persetujuan sebelum diterbitkan.
“Saya berharap para menteri tidak mengeluarkan statemen yang terlalu dini atau jajarannya yang bisa timbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat luas,” ujar SBY.
Perhatikan kalimat SBY. Ia berharap menteri-menterinya tidak keluarkan pernyataan yang bisa timbulkan salah persepsi di kalangan masyarakat luas.
Sekarang, sebelum nasi jadi bubur, lebih baik Pak Tif cabut pernyataannya soal peristiwa penyaliban itu. Atau, Pak SBY, silakan Anda tegur lagi menteri Anda yang satu itu. Sebelum semua jadi salah tanggap. Ingat, dalam pengalaman kita berbangsa belakangan ini, kerukunan umat beragama begitu mudah pecah oleh persoalan sepele. Bisakah pernyataan Tifatul itu dianggap sepele?
sumber: http://www.rakyatmerdeka.co.id/news/2010/06/17/96253/Pak-Tif,-Penyaliban-Tak-Berhubungan-Dengan-Tragedi-Moral-Ariel-Cs!
Labels:
Hukum
Subscribe to:
Posts (Atom)
